
TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Meski akhir-akhir ini masyarakat dibeberapa daerah dihebohkan dengan merebaknya penyakit Flu Singapura, namun Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (inhil) hingga saat ini belum menerima laporan kasus tersebut.
Demikian dikatakan Kepala Diskes Inhil, Rasul Alim, di ruang kerjanya Senin (17/2). Menurut dia, jika diberbagai daerah se Inhil telah ditemukan jenis penyakit-penyakit aneh biasanya pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) langsung memberikan laporan baik tertulis maupun lisan.
“Alahamdulillah, sampai sekarang kita belum menemukan penyakit itu. Biasanya selama ini kalau terjadi penyakit yang agak aneh, tim kita dilapangan langsung melaporkanya. Artinya daerah kita belum terdeteksi adanya penyakit yang sempat menghebohkan beberapa daerah lain,”kata mantan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan ini.
Meski demikian, dia tetap menegaskan kepada bawahanya agar pro aktif mencari informasi baru, terutama jika menyangkut masalah kesehatan masyarakat. Kalau memang ada yang mencurigakan, petugas kesehatan bisa langsung melakukan tindakan penanganan awal.
Kalau memang didapatai penyakit semacam itu ada langkah-langkah intensif yang akan dilakukan. Bisanya lanjut Rasul, gejala penyakit Flu Singapora, hampir menyerupai dengan kasus Flu Burung yang beberapa waktu lalu juga sempat menggemparkan.
Selain itu dia juga meminta masyarakat terbuka dan selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat. Dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati selama musim Pancaroba semacam ini dengan selalu menjaga daya tahan tubuh, salah satunya menjaga asupan makanan yang sehat dan bermutu.
“ Sekali lagi kita sampaikan bahwa sampai saat ini kami masih melakukan pemantaun agar tidak sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dikemudian hari,”imbuhnya. (dro/*1)
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_Singapura
Flu Singapura adalah penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (bahasa Spanyol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non Polio). Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM). Di dalam Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.
Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tak ada vaktor tapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain enterovirus lainnya. Masa inkubasinya sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit 3-7 hari.
Gejala, Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok. Gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus di mulut seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh memerah/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.
Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu :
- Demam tinggi lebih dari 38 C selama 2 hari.
- Ada gejala flu, sesak napas, kejang-kejang, ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan.
Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.



BERITA TERHANGAT
Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Bupati Inhil Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025
3.983 Pegawai Pemerintah PPPK Paruh Waktu Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Resmi Menerima SK Pengangkatan oleh Bupati Inhil Herman