4 Februari 2026

Media Ekspres

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Usai Rombak Kabinet, Pro dan Kontra Mulai Bermunculan

Bagikan..

Tembilahan (www.detikriau.org) — Rotasi, mutasi maupun promosi jabatan merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi. Ada yang merasa gembira karena mungkin merasa sesuai dengan posisi jabatan yang diinginkannya dan pastinya tidak sedikit pula yang merasa bersedih hati.
Apa yang disampaikan Bupati dalam amarannya pada pelantikan sebanyak 223 pejabat esselon II, III dan IV bertempat di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Jum’at (27/2/2014) yang lalu, hanya berselang beberapa hari nyata memang menimbulkan berbagai pendapat. Sebahagian memberikan komentar dukungan dan tentu ada pula yang memberikan kritikan.
Warga Tembilahan, M Saribun, mengaku cukup kecewa dengan perombakan kabinet yang dilakukan pasangan Warohmah. spirit baru menurutnya benar tetapi wajah masih yang lama. meski tidak mau memberikan komentar banyak, Saribun yang menyebut dirinya bertitel SAG MSI (Sarjana Alam Gaib Master Segala Ilmu. red) ini meminta agar detikriau.org bersedia untuk mempublikasikan komentarnya.
Diakhir kalimat ia hanya menutup komentar dengan lantunan bait lagu yang sekali lagi tidak dijelaskan apa maksudnya, “Wahai kau burung dalam sangkar sungguh nasibmu baik benar. Mereka pasti paham apa maksud saya,” sampaikannya.
Warga Tembilahan lainnya yang mengaku Tim pemenangan pasangan Warohmah  pada pilkada yang lalu juga menyatakan kekecewaan. dikatakan, harapannya agar adanya penempatan wajah-wajah baru sejalan dengan slogan spirit baru nyatanya tidak terbukti.
90 persen pejabat yang dilantik menurutnya masih wajah lama, hanya terjadi rotasi penempatan. diakuinya, beberapa pejabat lama wajar untuk dipertahankan karena memang mereka dinilai bekerja profesional dan menunjukkan prestasi yang baik. namun tidak sedikit pula yang kemampuannya pas-pasan tetapi tetap mendapat posisi.
“Saya tidak perlu menyebut nama secara pulgar, ada pejabat yang prestasinya tidak ada yang istimewa dan bahkan mengecewakan tetapi masih ditempatkan sebagai kepala Dinas. Memang semua itu hak preogratif Bupati namun saya hanya berharap agar pasangan Warohmah hendaknya mempertimbangkan sosok-sosok yang benar-benar memiliki potensi. bukan terkesan hanya asal copot dan dudukkan,” Ujarnya sambil meminta agar namanya tidak dipublikasikan.
Disamping kritikan, juga ada warga menyatakan dukungan. menurut Andi (43),  hari ini pertarungan pilkada sudah usai. pasangan Warohmah telah unggul. harusnya, hormati hasil pilkada. Warohmah adalah pilihan masyarakat Inhil, berikan mereka kesempatan untuk bekerja.
Apalagi kalau mereka Tim pemenangan Warohmah, harusnya apapun yang menjadi kebijakan Bupati hendaknya didukung. bersimpati dan menjadi tim pemenangan, tolok ukur terbaiknya adalah niat melakukan perbaikan bukan imbalan.
“Wardan sosok pamong sejati. ia bukan seorang politikus. artinya Wardan berkerja sesuai aturan kepamongan. Saya yakin beliau punya pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan. jangan kecewa, apalagi kalau hanya kecewa dilatarbelakangi tidak mendapatkan imbalan karena merasa sudah berjasa. hari ini Warohmah bukan hanya milik Tim pemenangan tetapi milik masyarakat Inhil,” ujarnya
Diakhir kalimat, Andi yang mengaku bukan dari Tim pemenangan pasangan manapun ini berharap agar semua masyarakat memberikan kesempatan kepada pasangan Warohman untuk memberikan pengabdian. sejauh ini dinilainya apa yang sudah dilakukan pasangan Bupati dan Wakil Bupati ini sudah cukup baik. “Mudah-mudahan pasangan pemimpin pilihan masyarakat Inhil ini selalu diberikan kesehatan agar dapat selalu bekerja dan memberikan pengabdian terbaik. yang terpenting tentunya saya berharap agar mereka tetap ingat dengan titipan amanah masyarakat,” Pungkasnya. (dro)