Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menginterogasi ketiga pelaku tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan saat gelar perkara di Mapolres Salatiga, Kamis (7/11/2019). Foto/SINDOnews/Angga Rosa.
ARB INdonesia, SALATIGA – Dua oknum debt collector dan seorang sopir dibekuk petugas Satreskrim Polres Salatiga lantaran merampas truk bernopol H 1338 JR milik salah seorang nasabah sebuah lembaga pembiayaan keuangan. Perampasan dilakukan para pelaku di trafic light Pertigaan Cebongan, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga pada 29 Agustus 2019 lalu.
Dalam melancarkan aksinya, mereka mengaku anggota Reserse Polres Salatiga. Para tersangka, yakni Muhammad Khatib Latif, warga Jati Dempel RT 01/RW 01 Kelurahan Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kemudian Tampil (45), warga Sembungharja, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, dan Badrun Prabowo (44), warga Ringinjajar, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
- Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara: Kerja Nyata dan Keberpihakan Pada Masyarakat
- Brigjen Agustatius Sitepu Anak Petani Karo yang Jago Mencipta Lagi Resmi Jabat Danrem 031/Wirabima Pekanbaru
- Satu Tahun Kepemimpinan H Herman-Yuliantini Di Inhil, Dari 676,93 Kilometer Jalan Kabupaten 30,81 persen Dalam Kondisi Mantap
- Bupati H Herman, Berpacu Dengan Waktu Membangun Inhil Hebat dan Gemilang
- Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menjelaskan, penangkapan para pelaku didasarkan laporan sopir truk, Ulil Albab (28), warga Kampung Tegal Kangkung RT 2/RW 3, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Selain menangkap tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa truk Izusu Giga nopol H 1338 JR beserta STNK atas nama Budi Cahyono warga RT 1/RW 5, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang dan selembar kertas berupa berita acara penyerahan kendaraan sebagai jaminan piutang atas nama nasabah dari PT Artha Asia Finance.
“Pelaku perampasan truk ini sebenarnya berjumlah empat orang. Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi,” kata Kapolres kepada wartawan saat gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Salatiga, Kamis (7/11/2019).
Dalam pemeriksaan, para pelaku terbukti melakukan perampasan kendaraan jenis truk di jalan raya. Alasan pelaku merampas truk tersebut, adalah pemilikinya menunggak membayar angsuran.
“Setelah truk dikuasai pelaku, kemudian dibawa ke garasi finance. Hanya saja setelah diselidiki pelaku ini tidak resmi dipekerjakan atau debt collector freelance,” tutur Kapolres.
Kapolres menyayangkan adanya penyitaan secara paksa kendaraan kredit di jalan. Sebaiknya sebelum dilakukan penyitaan kendaraan perusahaan penjamin diharapkan mengedepankan cara-cara lebih humanis.
“Bagaimana pun bentuk penyitaan di jalan secara paksa tidak dibenarkan apalagi menyaru sebagai polisi. Karena itu kepada tersangka kami kenakan Pasal 368 KUHAPidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” katanya.
Sumber Sindonewscom



BERITA TERHANGAT
Mengungkap Temuan Tangkapan Kayu Ilegal Di Polairud Dumai
Polres Labuhanbatu Tangkap Pelaku Pembacokkan sadis
Komitmen Bersih dari Narkoba, Rutan Dumai Lakukan Tes Urin Mendadak Kepada Seluruh Petugas