ARB INdonesia – Seiring berkembangnya ponsel pintar, namun perlahan menggerus aktivitas anak-anak bermain dengan teman sebaya.
Orang tua diharapkan dapat mengubah kebiasaan tersebut, karena terpapar layar ponsel dalam waktu lama memberikan efek negatif pada anak.
Dalam riset terbaru yang diterbitkan oleh jurnal JAMA Pediatrics, mengungkapkan bahwa ponsel pintar, tablet, bahkan televisi dapat menghambat perkembangan otak pada bayi, balita, dan anak-anak prasekolah.
Temuan itu didapat setelah para peneliti menganalisis hasil pemindaian otak anak usia antara tiga sampai lima tahun, dan melihat seberapa sering mereka terpapar layar elektronik.
Hasilnya penelitian itu menjelaskan, anak-anak yang terpapar televisi dan gawai selama lebih dari satu jam sehari tanpa pendampingan dari orang tua, memiliki tingkat perkembangan yang lebih rendah pada sel otak yang berperan penting dalam keterampilan bahasa, literasi, dan kognitif.
“Ini adalah studi pertama yang mendokumentasikan hubungan antara tingkat keseringan penggunaan layar, dengan ukuran struktur dan keterampilan otak yang lebih rendah pada anak-anak usia prasekolah,” kata John Hutton, pemimpin riset sekaligus doter anak dari peneliti klinis dari Cincinnati Children’s Hospital, melansir laman Medical Daily, Sabtu (9/11/2019).
- Bupati Inhil Tekankan Transparansi dan Kesiapan OPD Hadapi Pemeriksaan Rinci LKPD 2025
- Bupati Anwar Sadat Hadiri Entry Meeting BPK RI, Tegaskan Pentingnya Koordinasi dan Transparansi Data
- Inspektorat Taput Kembangkan Pemeriksaan Dugaan Perzinahan Dua Oknum ASN
- Bupati Tapanuli Utara Tekankan Sinergitas Pemerintah dan Gereja dalam pembangunan SDM
- Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Seorang Pengedar dengan Barang Bukti 6,19 Gram Sabu
Ini penting diketahui, lanjut Hutton, karena ota berkembang sangat cepat dalam lima tahun pertama manusia hidup. Dia mencatat, bahwa otak anak-anak berusia tersebut masih sangat plastis.
Artinya, setiap perubahan atau keterlambatan perkembangan pada otak anak, dapat menimbulkan masalah yang bisa bertahan seumur hidup anak tersebut.
Penelitian dilakukan oleh Hutton dan rekannya, dengan menganalisis 47 otak anak-anak sehat, menggunakan MRI khusus yang disebut diffusion tensor imaging. Alat ini berguna untuk melihat secara dekat white matter di setiap otak responden.
Selain itu, responden juga mendapatkan tes kognitif. Sementara orang tua mereka diminta untuk menjawab pertanyaan yang disediakan oleh American Academy of Pediatrics.
Sumber Sindonews com
- https://sumut.sindonews.com/read/5650/3/hasil-riset-layar-ponsel-dan-televisi-ganggu-perkembangan-otak-anak-1573251068



BERITA TERHANGAT
Sanksi-sanksi Pidana Pada Sistem Peradilan di Indonesia
Tahukah Kamu Para Caleg, Bahwa Rakyat Menunggu Ide dan Gagasan Mu
Tahukah Kamu Mengapa Pi Network Dikembangkan Secara Tertutup?