ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Setiap orang pasti menginginkan kesuksesan dalam hidupnya. Namun bak kata pepatah, semua tak semudah membalikkan telapak tangan.
Banyak rintangan yang akan dilalui dan dihadapi. Oleh karena itu, butuh tekad yang kuat, kegigihan dan semangat pantang menyerah untuk terus berjuang.
Sebab, tak jarang apa yang sudah direncanakan berjalan bertolak belakang dari yang diharapkan.
Semangat inilah yang membuat salah seorang pemuda asal Kabupaten Indragiri Hilir kini mampu menyandang gelar Magister Administrasi Publik disaat gagal terpilih pada
kontestasi Pileg April 2019 lalu.
Pria yang bernama lengkap Kojim, S. Pd., M. AP berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan S2 di salah satu kampus ternama yakni Universitas Wijaya Putra yang berada di Surabaya.
Dalam kisahnya ia bercerita, karena kesungguhan mengikuti Pileg tersebut dan benar-benar berniat ingin mengabdi diri, sehingga pada saat itu ia berjuang dengan totalitas.
- Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara: Kerja Nyata dan Keberpihakan Pada Masyarakat
- Brigjen Agustatius Sitepu Anak Petani Karo yang Jago Mencipta Lagi Resmi Jabat Danrem 031/Wirabima Pekanbaru
- Satu Tahun Kepemimpinan H Herman-Yuliantini Di Inhil, Dari 676,93 Kilometer Jalan Kabupaten 30,81 persen Dalam Kondisi Mantap
- Bupati H Herman, Berpacu Dengan Waktu Membangun Inhil Hebat dan Gemilang
- Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Tak ayal, tidak hanya fikiran dan tenaga saja, bahkan ratusan juta pun rela dikeluarkan sebagai bagian dalam cost politik seperti pembelian Alat Peraga Kampanye (APK) dan lainnya.
Maka dari itu pria Kelahiran Desa Sungai Ara Kecamatan Kempas 26 Juni 1984, hampir saja putus asa.
Namun berkat dukungan keluarga terutama istrinya, akhirnya apa yang menjadi impian pria Kelahiran Desa Sungai Ara Kecamatan Kempas itu untuk menyelesaikan kuliah, bisa terwujud.
Rasa haru dan bersyukur pun tak kuasa ia ungkapkan semoga apa yang diraih bisa menjadi kebanggaan bagi dirinya, keluarga dan masyarakat.
“Kegagalan adalah sesungguhnya merupakan tangga bagi kita untuk meraih kesuksesan. Tanpa kegagalan kita tidak akan tau artinya perjuangan dan pengalaman,” ungkap anak dari Bapak Ismail dan Ibunda Suprihatin, Minggu (10/11/2019). (***)



BERITA TERHANGAT
Sanksi-sanksi Pidana Pada Sistem Peradilan di Indonesia
Tahukah Kamu Para Caleg, Bahwa Rakyat Menunggu Ide dan Gagasan Mu
Tahukah Kamu Mengapa Pi Network Dikembangkan Secara Tertutup?