Tembilahan (detikriau.org) – Usai hari raya Idul Fitri 1435 H, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan. Lonjakan harga ini menurut pedagang lebih disebabkan belum lancarnya suplay barang dari pemasok. Senin (4/8/2014)
“kondisi seperti hampir lazim terjadi setiap tahunnya, barang belum dikirim dari pemasok sementara jumlah pembeli mulai meningkat. Akibatnya pasti terjadi lonjakan harga,” Ujar Herman, salah seorang pedagang di pasar terapung Tembilahan
Rita, salah seorang pembeli kepada detikriau.org saat diminta tanggapan dipasar terapung jalan Yos Sudarso Tembilahan mengatakan bahwa kenaikan beberapa bahan pokok ini dirasakan cukup memberatkan.
“berat bang, apalagi usai lebaran gini ditambah sebentar lagi anak-anak sudah mulai masuk sekolah yang semuanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” Ujarnya.
Rita berharap kenaikan harga bahan pokok ini tidak berlangsung lama dan dapat segera stabil sebagaimana sebelumnya.
Berdasarkan pantauan, beberapa kebutuhan masyarakat yang mengalami kenaikan diantara Ayam potong. Daging ayam buras menjelang Idul Fitri hanya dipasarkan pada kisaran Rp 28 ribuan usai lebaran harga melonjak menjadi Rp 35 ribu. Bawang merah dibulan ramadhan dipasarkan Rp 24 ribu kini melonjak menjadi Rp 28 ribu.
Lonjakan harga yang cukup tinggi terjadi pada ikan basah. Kenaikan rata-rata berkisar pada 20 – 40 persen.
“hari raya Idul Fitri nelayan biasanya belum melaut, makanya pasokan berkurang. Tapi kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama,” Kata Anto, pedang ikan laut dipasar yang sama. (dro)



BERITA TERHANGAT
Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 010 Tanah Merah Berlangsung Khidmat, Wali Murid Sampaikan Apresiasi
Jaga Malam, Jaga Rasa Aman Warga, Kapolsek Kemuning Pimpin Patroli Blue Light di Kemuning
Polisi Sahabat Petani, Kapolsek Batang Tuaka Turun Langsung Dampingi Petani di Kuala Sebatu