ARBIndonesia.com, (TEMBILAHAN) – Kepala Seksi (Kasi) Kefarmasian, Makanan, Minuman dan Perbekalan Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil Azri , mengakui bahwa pengadaan alat rontgen pada tahun 2010 yang lalu barangnya saat ini memang belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Alat tersebut saat ini disimpan di gudang Dinas Kesehatan.
“Alat tersebut ada, saat ini barang tersebut kita simpan di gudang kita,” kata Azri saat ditemui Www.detikriau.wordpress.com, di ruangan kerjanya, Rabu, (27/7), ketika dimintai tanggapannya seputar pengadaan alat rontgen pada tahun 2010 yang hingga sekarang masih belum difungsikan.
Dalam kesempatan tersebut Azri juga meluruskan informasi seputar alat rontgen diperuntukan yang di peruntukan untuk Rumah Sakit Guntung tersebut. Dijelaskannya sesuai dengan rencana awal, pengadaan alat tersebut diperuntukan untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang membutuhkan, dan bukan mutlak untuk RS Guntung. Bisa saja nantinya alat tersebut dipasang di RSUD Puri Husada Tembilahan, RSUD Pulau Kijang, ataupun RSUD Guntung.
Tapi berdasarkan kebutuhan yang mendesak, berkemungkinan alat tersebut akan dipasangkan ke RSUD Puri Husada Tembilahan. Alasannya, karena memang peralatan sejenis yang ada di RSUD tersebut sedang rusak. “Apalagi memang ada permohonan dari RSUD Puri Husada dengan Nomor 445/RSUD-YANMED/1020, terkait permohonan permintaan alat,” terang Azri.
Selain itu dijelaskannya, penggunaan alat medis tersebut membutuhkan tenaga dokter khusus yang tentunya tidak sembarangan bisa digunakan. Ditambah untuk pemasangan alat tersebut membutuhkan ruangan khusus dan penggunaanya membutuhkan daya listrik yang cukup besar.
Sementara itu, untuk kedua RSUD baik yang ada di Guntung dan Pulau Kijang, apakah persyaratan untuk pemasangan tersebut sudah terpenuhi atau belum bisa disaksikan sendiri. Sebab nantinya kalau sudah terpasang, tentunya tidak mungkin bisa dibongkar lagi, karena dapat menyebabkan kerusakan pada alat tersebut. “Makanya berbagai pertimbangan yang ada, alat tersebut belum difungsikan hingga sekarang,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu yang bersangkutan juga meluruskan informasi bahwa pengadaan alat rontgen tersebut nilai 1.8 milyar seeperti yang disampaikan oleh salah seorang anggota dewan Dapil Kateman. Kata Azri, dana 1.8 milyar tersebut peruntukannya bukan hanya untuk alat rontgen, melainkan masih banyak lagi peralatan yang dibeli dengan total anggaran yang dimaksud.
“Tidak benarlah kalau harganya sampai 1.8 milyar, kalau sampai harga sejumlah itu, kemahalan,” ujarnya. (Nejad)



BERITA TERHANGAT
Kenapa Saat Imlek Hujan Selalu Turun, Ini Penjelasannya
Tahukah Kamu Mengapa Pi Network Dikembangkan Secara Tertutup?
Wajib Tau! Ini Kesamaan dan Perbedaan Utama Antara