TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau menggelar sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah di ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (28/11/2015).
Kegiatan itu dipusatkan di gedung Engku Kelana Tembilahan yang diikuti para kalangan kasir Perbankan, kasir Swalayan, Showroom dan lain-lain. Disamping itu, pihaknya juga mensosialisasikan secara langsung di pasar Tembilahan dengan cara membagikan panduan serta menerangkan secara langsung kepada masyarakat.

Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Manajemen Internal Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau R Yusuf Rigin saat dikonfirmasi mengatakan, tujuan pokok yang ingin dicapainya yakni mencegah secara dini tersebarnya uang palsu.
“Dengan sosialisasi ini maka masyarakat bisa tahu secara persis jenis uang yang bukan asli, terutama para kasir-kasir Bank, Minimarket dan lainnya,” kata Yusuf.
Untuk peredaran uang palsu di Riau, berdasarkan data yang ada hanya tercatat dibawah 1 persen dari jumlah total uang di Riau sebesar Rp 5 Triliun. Artinya, saat ini masih terbilang kecil terjadinya peredaran uang palsu masih bisa diatasi BI bekerjasama dengan pihak kepolisian.
Meski begitu, pihak BI Provinsi Riau tetap mewaspadai tersebarnya uang palsu mengingat kemajuan zaman dan teknologi untuk alat produksi semakin meningkat dan mengundang tindak pidana kejahatan pemalsuan rupiah tampak semakin mudah.
“Gambaran dasar, keaslian uang rupiah itu dapat dikenali melalui bahan yang digunakan, desain dan ukuran teknik cetaknya,” tandasnya. (Mirwan)



BERITA TERHANGAT
Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Bupati Inhil Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025
3.983 Pegawai Pemerintah PPPK Paruh Waktu Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Resmi Menerima SK Pengangkatan oleh Bupati Inhil Herman