
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Luasnya kerusakan lahan yang membuat kondisi perkebunan kelapa rakyat semakin kritis dan memprihatinkan saat ini, ditanggapi serius oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ferryandi.
Apalagi, mengingat sebagian besar masyarakat di Negeri Seribu Parit sangat bergantung pada hasil perkebunan kelapa rakyat, sehingga mempengaruhi kondisi perekonomian daerah.
“Sekarang, masyarakat kita perlu periuk nasinya berasap dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari terpenuhi,” tutur Ferryandi saat berbincang dengan detikriau.org di Tembilahan, belum lama ini.
Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, yang menjadi prioritas dan sangat diperlukan masyarakat adalah penyelamatan perkebunan kelapa.
“Buat apa harga bagus, tapi hasil produksinya tidak ada, dikarenakan kerusakan perkebunan kelapa mereka. Jadi, ini yang harus kita utamakan terlebih dahulu,” tegasnya.
Setelah itu, barulah direncanakan berbagai program dan kegiatan yang dapat menunjang sektor lainnya, sehingga pembangunan dan kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakar dapat terwujud.
“Kita lihat saja di APBD 2016 nanti, apakah alokasi anggaran untuk perbaikan perkebunan kelapa ini nilainya kecil atau besar. Karena disitulah masyarakat bisa menilai, apakah Pemda serius dalam menangani kondisi perkebunan kelapa yang makin kritis saat ini,” pungkasnya. (adi/adv)



BERITA TERHANGAT
Organisasi Wanita Di Inhil Gelar Aksi Sosial Sunat Massal
Tutup Pelatihan PKBM Melati Indah, Bunda PAUD Inhil Dorong Pendidikan Inklusif dan Penguatan Literasi Digital
DPRD Inhil Gelar Sidang Paripurna Milad ke 61 Kabupaten Inhil Tahun 2026