“Khawatir Jika Terlambat diantisipasi, satu-satunya Jalur Jalan Menuju Kota Tembilahan Akan Terputus”

Tembilahan, detikriau.org – Warga kota Tembilahan mengharapkan agar Bupati Inhil HM Wardan untuk segera memprioritaskan pemasangan turap sepanjang bibir pantai diparit VI Kecamatan Tembilahan Hulu. Dekatnya badan jalan dengan bibir pantai dikhawatirkan sewaktu-waktu akan menjadikan badan jalan ambruk dan memutus jalur tranportasi darat dari dan menuju keluar kota Tembilahan.
Menurut pengamatan warga setempat, setiap harinya sisi daratan disepanjang ruas jalan ini tergerus oleh derasnya arus sungai Indragiri. Belum lagi padatnya arus lalulintas dengan tonase kendaraan yang cukup besar diyakini akan semakin mempercepat terjadinya abrasi.
“Hari ini saja, sebahagian badan jalan sudah berada sangat dekat dengan bibir sungai. Jika lambat diantisipasi, kita pastikan dalam waktu yang tidak akan terlalu lama jalan ini akan terjun kesungai. Akibatnya tentu akan mengisolir kota Tembilahan dari sisi jalur darat,” Sampaikan Warga Tembilahan Hulu, Rizal di Tembilahan, kamis 7 april 2016

Sepengetahuan Rizal, jalur jalan diparit VI Kecamatan Tembilahan Hulu ini merupakan jalur jalan Provinsi. Untuk itu, jika memang tidak bisa mempergunakan dana APBD Inhil, ia berharap Pemkab Inhil untuk segera menggesa Pemprov Riau mengantisipasi persoalan ini sejak dini.
Aam warga Tembilahan Hulu lainnya mengatakan bahwa pada pemerintahan Bupati sebelumnya ia sudah pernah mendengar adanya wacana untuk membuat jalur jalan alternatif tapi saat ini wacana itu tidak lagi pernah terdengar.
Ia menduga mungkin saja wacana ini cukup sulit untuk direalisasikan karena jika harus membuat jalur badan jalan alternatif setidaknya juga harus membangun jembatan beton baru yang pastinya juga akan menelan biaya yang tidak sedikit.
“Jadi untuk saat ini, pemasangan turap saya pikir juga solusi yang cukup baik. Disamping biaya yang tidak terlalu besar, kondisi badan jalan yang dirasa sangat rawan memang hanya beberapa puluh meter menjelang pendakian jembatan parit VI,” Pendapatnya
“yang jelas, Aam berharap agar persoalan ini menjadi salah satu program prioritas dalam jangka pendek. Jika terlambat dan kekhawatiran masyarakat sampai terjadi maka pastinya akan menghambat arus orang dan barang dari dan menuju kota Tembilahan,” Tandasnya. / */dro



BERITA TERHANGAT
Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Bupati Inhil Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025
3.983 Pegawai Pemerintah PPPK Paruh Waktu Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Resmi Menerima SK Pengangkatan oleh Bupati Inhil Herman