
Detikriau.org — Ribuan keping kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el) kembali ditemukan berceceran. Kali ini di pemukiman warga di Desa Kampung Baru, Pariaman Tengah, Padang, Sumatera Barat.
Ribuan KTP-el diduga kadarluarsa itu ditemukan di pekarangan rumah warga sekitar pukul 17.00 sore.
Temuan ribuan KTP-el itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.
dilansir melalui sumbar.antaranews.com, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang pariaman, Martoni mengakui ada unsur kelalaian pihaknya dalam kasus tercecernya KTP elektronik di wilayah kota Pariaman.
“permasalahan ini merupakan keteledoran kami, karena memasukkan KTP-el yang sudah tidak terpakai kedalam karung,” kata dia di Polsek Pariaman, rabu.
ia menjelaskan KTP-el yang akan dimusnahkan tersebut disimpan digudang dokumen terlebih dahulu, namun karena sudah lama karung wadah penyimpanan lapuk.
Permasalahn timbul saat pihaknya akan membersihkan gudang dan memisahkan dokumen penting dengan yang tidak.
“Dokumen yang tidak penting tersebut dibuang dan dibakar, sedangkan yang penting kami simpan,” ujarnya
Namun karena sudah lama, lanjutnya karung penyimpanan KTP-el tersebut telah lapuk, bahkan sudah dimakan rapay sehingga petugasnya menganggap dokumen didalamnya tidak penting.
Ia menyampaikan sesuai aturannya KTP-el yang tidak terpakai ini disimpan baik-baik, dan dimusnahkan dengan cara digunting.
“proses pemusnahan KTP-el tersebut telah kami lakukan semenjak beberapa bulan terakhir,” katanya.
Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan mengatakan KTP-el tersebut ditemukan oleh Zainal Arifin yang merupakan warga kampung baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.
“Zainal melaporkan kepada kami sekitar pukul 17.00 Wib pada selasa (11/12),” katanya.
Ia mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pemeriksaan data sehingga ditemukan KTP-el memang tidak dipergunakan lagi.
Ia menjelaskan tidak dipakainya KTP-el karena terjadi perubahan alamat pemilik, status pekerjaan dan pernikahan.
“Apalagi Padang Pariaman baru-baru ini melaksanakan pemekaran nagari sehingga ahrus diubah dan diberikan KTP-el yang baru,” ujar dia.
Ia memastikan tercecernya KTP-el tersebut tidak ada kaitannya dengan isu pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada 2019.
Zainal Arifin mengatakan KTP-el tersebut ditemukan di semak-semak dikebunnya saat menebang bambu.
“Pada saat itu tanpa sengaja saya menginjak karung dan karung tersebut robek, lalu keluarlah KTP-el tersebut,” katanya
Lokasi penemuan tersebut berada di tempat pembakaran sampah yang dikelilingi semak dikebunnya.



BERITA TERHANGAT
Di Halalbihalal IPDN Jatinangor Wamendagri Bima Arya Tegaskan Komitmen Dukung IPDN Lahirkan Lulusan Berkarakter
Isu Dugaan Pengawalan Preman Menuju Universitas Malahayati Dibantah oleh Dandenpomal Lampung : Kami Datang Berdasarkan Surat Perintah dan permohonan Pihak Yayasan
Gubri Abdul Wahid Hadiri Kegiatan Penguatan dan Percepatan Pembangunan Daerah PKB