TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puing-puing sisa kebakaran yang bagi sebahagian orang sudah tidak memiliki nilai ternyata menjadi sumber penghidupan bagi sebahagian kelompok orang lainnya. Dengan sisa barang terbuang ini mereka mampu bertahan hidup dan menafkahi keluarga.
Kenyataan ini disaksikan detikriau.org saat mengunjungi lokasi bekas kebaran di jalan kembang Tembilahan. Latif, pria paruh baya ini dengan tekun mengumpulkan sisa-sisa potongan besi, atas seng dan berbagai benda dari logam lainnya. Setelah terkumpul, dengan mempergunakan kendaraan kayuh roda tiga, ia mengantarkan sisa-sisa logam yang sudah menghitam ini kepada penampung.
“Alhamdulillah pak, dengan sisa-sisa barang ini saya masih mampu untuk menafkahi 3 orang putra saya. Yang jelas pekerjaan yang dinilai sebahagian orang kotor ini menjadi berkah yang dilimpahkan Tuhan bagi kami.”Syukur Latif sambil mengusap butiran keringan yang mengalir didahinya.
Menurut pengakuan Latif, sisa-sisa potongan logam bekas ini tidaklah didapatkannya dengan gratis. Dari lokasi tiga petak rumah, ia memborong dengan harga 1,2 juta. “Mungkin karena memang sudah terbiasa saya bisa menaksir berapa lembar rupiah yang bisa saya dapatkan dari sisa-sisa barang terbuang ini. Lebihnya, ya masih lumayanlah untuk sekedar memenuhi kebutuhan makan.” Ujar Latif dengan sedikit senyuman.
Dari pantauan detikriau.org dilokasi bekas kebakaran ini, teman-teman seprofesi latif terlihat sibuk mengemas dan mengumpulkan berbagai barang yang masih mereka nilai memiliki harga. Secara berkelompok mereka bekerja penuh semangat. Debu, terik matahari dan kotoran hitam bekas kayu terbakar pupus degan harapan untuk mendapatkan rezky bagi keluarga. (am)



BERITA TERHANGAT
Polsek Mandah Koordinasi Penanaman Jagung di Desa Bente untuk Dukung Swasembada Pangan
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Bandar Sabu 2,13 Gram di Keritang
Polsek Mandah Cek Persiapan Lahan Penanaman Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan