TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kedatangan rombongan Komisi I dan III DPRD Inhil ke PT. Bina Duta laksana (BDL) akhir pekan kemaren diduga sempat membuat perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan ini kelimpungan. Hilir mudik puluhan truk pengangkutan hasil hutan mereka hari itu terpaksa dihentikan. Manajemen berdalih, terhentinya pengapalan hasil hutan dikarenakan adanya kesalahan informasi.
Begitu mendarat di dermaga pengapalan milik PT. BDL di Kecamatan Gaung, detikriau.org sempat tertegun. Aktifitas di dermaga itu sepi. Padahal empat hari sebelumnya, dalam kunjungan tidak resmi, detikriau.org menyaksikan puluhan truk pengangkutan kayu hilir mudik. Sebahagian truk tampak berisikan kayu akasia dan sebahagian terlihat mengangkut kayu alam untuk dikapalkan. Diduga terhentinya mobilisasi hasil hutan menghindari pantauan Dewan akan aktifitas perusahaan dan mengurangi emisi debu yang ditimbulan akibat pengangkutan.
“Aktifitas ini terhenti bukan karena adanya kunjungan Dewan pak. Tetapi tadi kita sempat mendapatkan informasi yang keliru. Dikabarkan hari ini akan ada demo dari masyarakat. Makanya sopir takut untuk mengangkut hasil kayu,” Ujar Hamdan, yang mengaku salah seorang Humas PT.BDL saat menjawab sindiran Komisi III DPRD.(dro/*)



anggota dewan inhil kena sogok suap semua