2 Februari 2026

Media Ekspres

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara: Kerja Nyata dan Keberpihakan Pada Masyarakat

Bagikan..

Tarutung.mediaekspres.co. Tanggal 20 Februari 2026, satu tahun perjalanan kepemimpinan Bupati Tapanuli Utara Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si bersama Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng menunjukkan bahwa pembangunan Tapanuli Utara dijalankan bukan dengan kemewahan anggaran, melainkan dengan kepemimpinan yang kolaboratif, kerja nyata, dan keberpihakan pada masyarakat.

Bupati dan Wakil Bupati Taput menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Dengan sinergi lintas sektor, dukungan masyarakat, serta kerja bersama pemerintah pusat dan provinsi, Tapanuli Utara terus melangkah maju untuk membangun daerah yang tangguh, berdaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Penguatan tata kelola pemerintahan menjadi fondasi awal. Pelantikan Drs. Henry Maraden Masista Sitompul, M.Si. sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara menandai upaya serius membangun birokrasi profesional dan berintegritas.

Penguatan koordinasi antar perangkat daerah, penyelarasan perencanaan, serta penegasan arah kebijakan menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh program berjalan dalam satu visi pembangunan.

Bupati menegaskan bahwa Sekda adalah leader birokrasi, bukan jabatan politis, yang dituntut mampu merangkul seluruh OPD dan menggerakkan roda pemerintahan secara cepat dan terukur. Penegasan fakta integritas serta dorongan kolaborasi menjadi pesan utama agar kinerja pemerintahan tetap solid di tengah keterbatasan fiskal.

Komitmen ini diperkuat melalui partisipasi aktif Sekda Taput dalam Rakornas Sekda dan Bappeda se-Indonesia di Jatinangor. Sinkronisasi program pusat dan daerah menjadi kunci agar peluang program nasional dapat dimanfaatkan maksimal, terutama bagi daerah dengan PAD terbatas dan beban belanja tinggi seperti Tapanuli Utara.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk keterbatasan anggaran dan kompleksitas persoalan wilayah, kepemimpinan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan patut mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Kepemimpinan yang dijalankan berorientasi pada penataan sistem pemerintahan, penguatan layanan publik, serta kolaborasi lintas sektor demi kepentingan masyarakat Tapanuli Utara secara luas.

Penguatan Sekretariat Daerah dan Reformasi Tata Kelola

Sekretariat Daerah memainkan peran strategis sebagai penggerak koordinasi dan pengendali kebijakan lintas OPD. Dalam satu tahun kepemimpinan, perhatian diarahkan pada peningkatan efektivitas birokrasi, penajaman fungsi perencanaan, serta penguatan evaluasi kinerja.

Langkah penting yang menjadi sorotan adalah penempatan jabatan Sekretaris Daerah melalui mekanisme seleksi terbuka (selter). Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap prinsip meritokrasi, transparansi, dan profesionalisme aparatur sipil negara. Penataan birokrasi berbasis kompetensi dipandang sebagai prasyarat utama untuk mewujudkan pemerintahan yang adaptif dan akuntabel.

Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan SDM

Pemkab Taput fokus pada pembenahan mutu dan karakter, bukan sekadar pembangunan fisik. Pemkab Taput meluncurkan berbagai inovasi pendidikan seperti TAPAMAJU, SAITAPAIAS, serta penguatan literasi dan numerasi sejak dini.

Kunjungan langsung ke sekolah-sekolah, penyerahan penghargaan kepada penulis lokal, serta dorongan pemanfaatan teknologi menjadi upaya membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal.

Komitmen tata kelola pendidikan juga tercermin dari hasil pemeriksaan BPK RI yang menyatakan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan Taput telah berjalan sesuai regulasi. Ini menjadi bukti bahwa meski anggaran terbatas, akuntabilitas tetap dijaga.

Sektor pendidikan ditempatkan sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia Tapanuli Utara. Pemerintah daerah berfokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dasar, pemerataan akses, serta penataan tenaga pendidik dan sarana prasarana pendidikan.

Dengan karakteristik wilayah dan tantangan geografis yang ada, pendekatan kebijakan pendidikan diarahkan secara bertahap dan berkelanjutan. Penyelarasan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat menjadi bagian dari strategi agar peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan konsisten dan terukur

Kesehatan: Menjaga Layanan Dasar di Tengah Keterbatasan

Sektor kesehatan menjadi wajah pelayanan pemerintah. Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Tapanuli Utara kembali meraih UHC Award Kategori Madya 2026, menegaskan keberhasilan menjaga cakupan jaminan kesehatan masyarakat.

Wakil Bupati secara konsisten mengingatkan tenaga kesehatan agar menjaga kualitas layanan dengan prinsip Available, Reliable, dan Sustainable. Berbagai tantangan seperti keterbatasan SDM, distribusi nakes, hingga penanganan stunting dan penyakit menular dihadapi dengan pendekatan koordinatif lintas sektor.

Komitmen pelayanan tetap terjaga melalui pendekatan humanis dan empatik, memastikan layanan dasar tetap berjalan bagi masyarakat.

Bidang kesehatan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Selama satu tahun kepemimpinan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berupaya menjaga kualitas layanan kesehatan melalui penguatan Puskesmas, RSUD, serta layanan promotif dan preventif.

Di tengah keterbatasan anggaran, fokus diarahkan pada keberlangsungan layanan, aksesibilitas, dan kecepatan respons terhadap kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah pada pelayanan publik esensial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Infrastruktur PUPR Berbasis Skala Prioritas

Pada sektor PUPR, pendekatan yang diambil tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif. Survei jalan rusak, gotong royong pembersihan drainase, serta penanganan longsor di berbagai titik menjadi bukti kehadiran pemerintah di lapangan.

Bupati dan Wakil Bupati turun langsung meninjau jalur-jalur vital yang terdampak longsor, termasuk Jalur Lintas Sumatera Taput–Tapteng. Koordinasi lintas daerah, lintas OPD, hingga pemerintah pusat menjadi strategi utama agar keterbatasan anggaran daerah tidak menghambat pemulihan akses dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur melalui sektor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dilaksanakan dengan pendekatan skala prioritas. Pemerintah daerah menyadari bahwa keterbatasan fiskal menuntut perencanaan yang realistis dan terukur.

Perbaikan dan pembangunan jalan, irigasi, serta infrastruktur pendukung lainnya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan dampak langsung bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan komitmen untuk memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar capaian jangka pendek.

Penguatan Pendapatan Daerah Menuju Kemandirian Fiskal

Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) menjadi agenda penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan penerimaan, tetapi juga pada penataan sistem pemungutan dan peningkatan transparansi.

Melalui pendekatan edukatif dan sistemik, pemerintah daerah berupaya membangun kesadaran bahwa kontribusi pajak dan retribusi masyarakat akan kembali dalam bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik. Kemandirian fiskal dipandang sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

Pertanian dan Ketahanan Pangan: Sektor Basis Daerah

Sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama. Pemkab Taput menegaskan keberpihakan kepada petani melalui dukungan pertanian berkelanjutan, pertanian organik, serta penjajakan inovasi pertanian terpadu.

Kunjungan kerja ke HOB Farming di Bogor menjadi bagian dari upaya transfer pengetahuan dan teknologi agar pertanian Taput mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah

Sebagai daerah dengan basis pertanian yang kuat, sektor pertanian dan ketahanan pangan mendapat perhatian khusus. Kebijakan diarahkan pada perlindungan petani, peningkatan produktivitas, serta penguatan ketahanan pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memandang sektor pertanian tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai penyangga stabilitas sosial. Program pendampingan, penyediaan sarana produksi, dan penguatan kelembagaan petani menjadi bagian dari upaya membangun pertanian yang berkelanjutan.

Penanganan Bencana Alam dan Penguatan Kolaborasi

Sebagai daerah rawan bencana, Tapanuli Utara menghadapi tantangan berat. Longsor dan banjir yang melanda sejumlah kecamatan ditangani dengan langkah cepat dan terkoordinasi, meski dengan keterbatasan anggaran.

Sekretaris Daerah bersama OPD turun langsung ke lokasi bencana, berjalan kaki menembus medan berat, mengoordinasikan tim SAR, membuka akses jalan, mendirikan dapur umum, dan memastikan distribusi logistik berjalan. Pemerintah juga mengedepankan mitigasi berbasis lingkungan melalui penanaman pohon dan penguatan kesadaran masyarakat.

Upaya penanggulangan bencana ini menjadi cerminan kolaborasi nyata antara Bupati, Wakil Bupati, Sekda, OPD, TNI/Polri, relawan, hingga masyarakat, bekerja bersama demi keselamatan dan pemulihan warga.

Kerentanan wilayah terhadap bencana alam menjadi tantangan serius bagi Tapanuli Utara. Dalam berbagai situasi kebencanaan, kepemimpinan daerah diuji melalui kecepatan respons, koordinasi lintas OPD, serta kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Penanganan bencana dilakukan dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan dan pemulihan bertahap, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Kolaborasi yang dibangun menunjukkan kehadiran pemerintah daerah dalam melindungi dan mendampingi masyarakat di saat krisis.

Dukungan Penuh untuk Kepemimpinan Daerah

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk keterbatasan anggaran dan kompleksitas persoalan wilayah, kepemimpinan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan patut mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat. Kepemimpinan yang dijalankan yang kolaboratif, kerja nyata, dan keberpihakan pada masyarakat. Tapanuli Utara terus melangkah maju untuk membangun daerah yang tangguh, berdaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Fs/JH)