10 April 2026

Media Ekspres

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Alokasi Pupuk Subsidi Tahun 2026 di Taput Sesuai e-RDKK Sebanyak 43 Ribu Ton

Mediaekspres.co/Tarutung. Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK adalah sistem berbasis data yang digunakan untuk mendaftarkan dan mengajukan kebutuhan pupuk subsidi petani.

Sistim ini sebagai memastikan distribusi tepat sasaran sesuai luas lahan, dan terintegrasi dengan Kartu Tani atau e-KTP untuk penebusan di kios resmi.

Berbincang dengan PLT Kepala Dinas Pertanian, Viktor Siagian diruang kerjanya ,Jumat (10/4) sore menyebut untuk tahun 2026 alokasi pupuk subsidi sesuai e-RDKK total sebanyak 43.337,800 ton dengan jenis pupuk Urea 15.316,900 ton, NPK 22.964,509 ton, NPK Formula Khusus 531,391 ton dan RDKK pupuk Organik sebanyak 4.525 ton.

Besaran pupuk subsidi sesuai e-RDKK untuk melayani kebutuhan bagi 48.687 anggota kelompok tani pemilik kartu tani atau e-KTP.

Dari perbincangan ,Viktor Siagian mengatakan pupuk untuk kebutuhan anggota kelompok tani boleh disebut memadai,tinggal bagaimana peran aktif atau tanggungjawab moral dari pihak distributor untuk mengisi kios pengecer yang tersebar di 15 kecamatan.

“Kita meminta dan berharap para distributor betul-betul memastikan turun mengisi di kios- kios yang telah ditunjuk, sehingga dengan demikian masyarakat atau anggota kelompok atau pemilik e-KTP boleh terlayani sesuai tingkat kebutuhan, ujar Viktor.

Kenapa seolah tak berkesudahan muncul keluhan dari anggota kelompok tani sulit mendapatkan pupuk dari kios pengecer.

Disinilah yang saya sebutkan tadi, bahwa pihak distributor memiliki tanggungjawab moral yang luar biasa dalam hal pendistribusian pupuk subsidi.

“Tadi siang kami turun mengecek gudang di Siborong-borong ternyata truk pengangkut pupuk tiba untuk mengisi gudang . Intinya pupuk justru tersedia dan untuk bagaimana pupuk tersebut sesegera terdistribusi mengisi kios pengecer tersebar pada 15 kecamatan di Taput, kita sarankan agar para distributor sesegera cepat gerak” harap Viktor Siagian.

Selain itu kata dia, distributor perlu membangun skema kerja sama taktis dengan pemilik kios pengecer agar distribusi berlangsung lebih cepat dan efisien.

PLT Kadis Pertanian Taput Viktor Siagian bersama distributor berada di gudang pupuk Siborong-borong.(udut/marsien)