TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Laga ke 6 dihari pertama pertandingan Cabor Futsal PON XVIII Riau diwarnai aksi protes. Kontingen Sulawei Selatan kritik kepemimpinan wasit.
Menurut penjelasan Manajer kontingen futsal Sulsel, Dani Anggoro, dirinya menyayangkan keputusan wasit yang juga memberikan kartu merah kepada anak asuhnya. Padahal menurut dirinya, kerusuhan yang sempat terjadi di menit ke 16 babak kedua itu diawali dari pukulan yang dilayangkan pemain Tim futsal sumbar yang berakibat anak asuhnya roboh.
“Kok malah pemain kita juga diberikan kartu merah? Ini keputusan yang tidak masuk akal.” Kritik Dani Anggoro.
Selain persoalan itu, pelatih Tim Sulsel, Lidemar Halide juga menilai adanya kecurangan waktu pertandingan. Mereka menilai waktu tidak sesuai dengan seharusnya. Ia menyatakan dengan tegas akan membawa persoalan ini kepada Komisi Disiplin Pertandingan dan Panitia Cabang Futsal PON XVIII Riau.
“Ini kejadian dilaga hari pertama. Kita berharap Komdis tindaklanjuti kejadian ini agar jangan sampai terjadi lagi kedepannya,” Sampaikan Lidemar Halide.
Sementara itu, Dewan Hakim Pertandingan, Anang Suryana menilai pemberian kartu merah kepada kedua pemain dinilainya sebagai keputusan yang tepat.”Protes adalah suatu yang wajar. Tapi menurut saya keputusan wasit pertandingan tadi sudah cukup baik,” Jawabnya. (Am/y)



BERITA TERHANGAT
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Ketahanan Pangan
Diki Nofriadi: Amanah Ini Berat, PKDP Harus Jadi Rumah untuk Semua di Bumi Inhil