TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Siswa kelas III SMA Negeri 1 Tembilahan yang mengikuti Unjian Akhir Nasional (UN) 2012 merasa terganggu akibat aktifitas pembangunan oleh perusahaan pemenang tender Gedung Unisi Tembilahan.
Dikatakan Kepala Sekolah SMA I Tembilahan, Yusnan, suara berisik yang berasal dari aktifitas perusahaan sangat menggangu kalangan siswa dalam melaksanakan UN, Senin (16/4). Dikatakanya, sebelum melaksanakan UN pihak sekolah sudah mengirimkan surat kepada pihak perusahaan untuk tidak melakukan aktifitas secara besar-besaran selama UN berlangsung, namun nyatanya tidak diindahkan.
“Anak-anak merasa terganggu kosentrasinya. Apalgi kalau pihak perusahaan sedang memasang paku bumi,” katanya.
Hari berikutnya hal serupa diharap Yusnan tidak sampai terjadi lagi. Sebab jika masih terjadi maka dikawatirkan hasil UN siswa tidak akan baik dan berdampak kepada hasil tingkat kelulusan.
“Kalau untuk aktifitas kecil saya rasa tidak masalah. Tapi untuk yang berat dan menimbulkan suara ribut sebaiknya diatas jam 1 setelah siswa pulang dari UN,” tuturnya.
Memang berdasarkan pantauan, suara keras sesekali terdengar dari arah titik pekerjaan akibat aktifitas oleh pihak perusahaan yang mengerjakan bangunan gedung Unisi Tembilahan.(fen)



BERITA TERHANGAT
Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Bupati Inhil Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025
3.983 Pegawai Pemerintah PPPK Paruh Waktu Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Resmi Menerima SK Pengangkatan oleh Bupati Inhil Herman