
Tembilahan (detikriau.org) – Sejumlah warga Kecamatan Teluk Belengkong, khusus warga desa Hibrida Jaya mewacanakan memburu buaya-buaya yang bersarang di kanal milik perusahaan setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Desa (Kades) Hibrida Jaya, Farizal kepada detikriau.org di RSUD Puri Husada Tembilahan, Sabtu (9/1/2016). Saat ini pihaknya mengaku sedang menyusun strategi supaya berburu berhasil tanpa ada kendala yang signifikan
“Langkah awal kita harus mengkoordinasikan kepihak kepolisian. Sebab, buaya itu ada Undang-undang yang mengatur harus dilindungi,” kata Kades.
diterangkannya, buaya yang mendiami kanal tersebut sudah beberapa kali memakan korban mulai kondisi darurat perawatan tim medis hingga meninggal dunia. Menurutnya juga, sebelum peristiwa naas kemarin, segelintir masyarakat sudah menyatakan siap bekerja memburu binatang buas tersebut hanya saja terkendala dengan aturan yang ada.
“Dikarenakan situasinya sangat mengkhawatirkan terjadi lagi, kita harus memaksakan diri mengambil sikap darurat, semoga dapat izin dari kepolisian,” harapnya.
Untuk diketahui lagi, Kades ini juga merupakan salah satu saksi mata adanya keberadaan buaya, diperkirakannya binatang yang sering muncul dipermukaan air itu sepanjang 4 meter.
Dan korban kemarin, Suwarso (46), warga dusun II desa Hibrida Jaya RT 008 RW 005 Kecamatan Teluk Belengkong saat ini masih dirawat di ruang Neurologi RSUD Puri Husada Tembilahan dengan kondisi tak berdaya. Sedangkan kondisi kaki yang putus masih mengeluarkan cairan darah, meski dibaluti dengan perban.
Menurut keterangan tim medis, kondisi korban cukup stabil namun tetap harus dirawat, hari ini juga korban akan dilakukan operasi. –mirwan-



BERITA TERHANGAT
Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Bupati Inhil Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025
3.983 Pegawai Pemerintah PPPK Paruh Waktu Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Resmi Menerima SK Pengangkatan oleh Bupati Inhil Herman