4 Februari 2026

Media Ekspres

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Ciptakan Pemilu Jurdil, KPU dan Panwaslu diminta Bekerja Lebih Profesional

Bagikan..

jurdilTembilahan (detikriau.org) — Pemilu Jujur dan Adil masih perlu untuk dipertanyakan. Beberapa dugaan penyimpangan masih saja terjadi. KPU sebagai Penyelenggara dan Panwaslu selaku pengawas Pemilu diharapkan untuk lebih mampu bekerja profesional.
“Kita menemukan adanya beberapa kejanggalan yang patut diduga sebagai pelanggaran. Saya sudah sampaikan hal ini ke Panwaslu Inhil untuk segera disikapi,” Ujar Anggota DPRD Inhil dari Fraksi PKB, Herwanissitas kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, Selasa (8/4/2014)
Menurut penjelasan Herwanissitas yang kembali maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari PKB pada dapil V ini, berdasarkan pantauan di lapangan oleh relawan dan simpatisannya di Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra, ditemukan lebih dari 300-an pemilih tidak dapat menyalurkan hak pilihnya pada pileg 9 April 2014 esok hari.
“Kita sudah periksa satu persatu, hasilnya, lebih dari 300 an pemilih tidak tercantum dalam DPT maupun daftar pemilihan tambahan. Padahal pada Pilbup Inhil yang lalu termasuk Pilgubri baik putaran pertama dan kedua, mereka terdaftar sebagai pemilih.” Sampaikan Sitas
Hal ini menurutnya patut untuk dipertanyakan dan ditindaklanjuti, apalagi ratusan pemilih yang tidak terdaftar ini terjadi hanya pada satu Desa.
Disamping persoalan tidak terdaftarnya 300 an pemilih, Herwanissitas juga menenggarai adanya ketidaknetralan petugas pemilu. KPPS dinilainya lebih berpihak kepada salah seorang caleg bahkan yang lebih menimbulkan tandatanya, ada petugas KPPS yang sama sekali tidak bisa baca tulis.
“Saya berharap laporan saya ke Panwaslu ini dapat ditindaklanjuti demi berjalannya pemilu yang jujur dan adil,” Pinta Sitas.
Diakhir kalimatnya, Ia mengaku sudah memberikan pernyataan dibeberapa media, baik cetak maupun elektronik termasuk kalangan NGO agar dapat bersama-sama mengawal jalannya proses pemilu. (dro)