TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebagai pemimpin di bumi Indonesia, meskipun hanya pemimpin ditingkat Desa, pemahaman 4 pilar kebangsaan harusnya tertanam dan dipraktikan dalam menjalankan tugas dan amanah. Sayangnya sikap ini belum terlihat pada kebanyakan aparatur Desa di Inhil.
Lihat saja saat penyampaikan sosialisasi fundamental bangsa tajaan MPR RI ini di Gedung Engku Kelana Tembilahan, pemimpin-pemimpin tingkat Desa ini terkesan cuek. Bahkan banyak yang tanpa alasan jelas meninggalkan lokasi pelaksanaan sosialisasi. Rabu (4/11/2015)
Padahal sebelumnya, Bupati Inhil HM Wardan ketika membuka resmi sosialisasi itu telah meminta dengan jelas agar apratur Desa untuk mengikuti seluruh penyampaian materi dengan seksama agar mendapatkan pemahaman.
“Saya harapkan peserta benar-benar mengikuti dengan seksama dalam upaya menyukseskan program pemerintah, karena kegiatan ini saya nilai sangat penting,” kata Wardan berpesan dalam sambutannya.
Pantauan awak media, saat itu, Prof Dr Sofyan Hamim sedang menyampaikan materi dengan tema Riau Menggugat Keadilan Otonomi Khusus dan Pemekaran Daerah. Ia didampingi pemateri lainnya. Sementara jejeran kursi-kursi dihadapannya tampak kosong melompong.
Ternyata sejumlah peserta saat itu sedang asyik mengobrol dan sebahagian berada di luar ruangan sosialisasi.
Pemandangan yang tidak pantas ini terjadi saat Lukman Edy dan Bupati Inhil telah meninggalkan gedung tempat pelaksanaan. (dro/mirwan)



BERITA TERHANGAT
Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Bupati Inhil Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025
3.983 Pegawai Pemerintah PPPK Paruh Waktu Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Resmi Menerima SK Pengangkatan oleh Bupati Inhil Herman