“secara teknis jika itu adalah gas liar, maka seminggu akan datang semburan tersebut akan hilang dengan sendirinya”
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum bisa memastikan jenis gas yang tersembur dari perut bumi yang terjadi di Dusun Teluk Lanjut Desa Terusan Beringin Jaya Kecamatan Pelangiran. Namun dipresdiksi gas tersebut adalah jenis gas methane.
“Karena disana itu tanah gambut, untuk sementara kita predeksi gas methane. Untuk lebih jelas harus diuji sample di laboratorium, namun pengujian itu masih menunggu waktu,” Sampaikan Kepala Distamben Inhil, H Tengku Edy melalui Kasi Pembinaan Teknis dan Penyuluhan, Edil Muklisin, senin (5/10/2015)
Diterangkannya, secara teknis jika itu adalah gas liar, maka seminggu akan datang semburan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Oleh karena itu ia masih menunggu waktu yang tetap untuk melakukan pengujian sample.
Ditambahkannya, pihak Distamben Inhil sudah meninjau langsung ke lokasi semburan lumpur bercampur gas itu pada Ahad (4/10/2015) kemaren. Ketinggian semburan lumpur menurutnya hanya sekitar 3 meteran yang ditandai dengan campuran lumpur dan pasir.
“Saya baca diberita, menurut warga semburannya mencapai 15 meter, itu salah. Yang benar hanya sekitar 3 meteran saja,” pungkasnya. (mirwan)




BERITA TERHANGAT
Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Bupati Inhil Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025
3.983 Pegawai Pemerintah PPPK Paruh Waktu Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Resmi Menerima SK Pengangkatan oleh Bupati Inhil Herman