4 Februari 2026

Media Ekspres

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Jelang Kenaikan, BBM Mulai Langka di Pasaran

Bagikan..
Petugas kepolisian melakukan pengawasan disalah satu SPBU dalam upaya mengantisipasi timbulnya gejolak masyarakat terkait kebijakan kenaikan harga  sekaligus mengamankan pendistribusian BBM.
Petugas kepolisian melakukan pengawasan disalah satu SPBU dalam upaya mengantisipasi timbulnya gejolak masyarakat terkait kebijakan kenaikan harga sekaligus mengamankan pendistribusian BBM.

Tembilahan (www.detikriau.org) – Kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), meski belum diberlakukan, mulai memberikan dampak ditengah masyarakat. Meski diakui pihak pertamina persediaan BBM khususnya Bensin untuk wilayah Inhil masih aman, namun dipasaran sudah terlihat mulai langka.

Dari pantauan lapangan di Kota Tembilahan, sejak tiga hari belakangan ini, pemilik kendaraan bermotor terlihat mulai kesulitan mendapatkan kebutuhan bahan bakar. “sulit bang. Kalaupun ada, harganya juga sudah naik. Bisanya kalau kita beli dipedagang eceran, untuk ukuran 1 botol aqua ukuran 1,5 liter diperjualbelikan dengan harga Rp. 10 ribu. Hari ini, dengan harga yang sama, kita hanya bisa mendapatkan bensin separohnya,” Ujar Erwin seorang warga Tembilahan, Selasa (18/6)

Dikatakan Erwin, meskipun harga eceran di 3 pompa bensin yang ada di kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu belum terjadi kenaikan harga, namun untuk mendapatkannya bukanlah persoalan mudah. Yang jelas, mereka harus rela untuk mengantri. Terlambat sedikit, dipastikan tidak akan kebagian jatah.

Dari puluhan jejeran pedagang bensin eceran disepanjang jalan Baharuddin Jusuf, memang hanya satu dua yang terlihat masih melayani pembeli. Sisanya tutup karena kehabisan persediaan.”Stok habis, makanya kita tidak bisa melayani pembeli,” Ujar seorang pedagang bensin eceran di Jalan Baharuddin Jusuf.

Sementara itu, Operation Head (OH) Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) seberang Tembilahan, Abdul Halim menegaskan bahwa distribusi kebutuhan BBM masyarakat tetap disalurkan sesuai kebutuhan.”Sampai hari ini kita masih salurkan sesuai kuota. Tidak ada kelangkaan. Stok kita masih aman sampai 10 hari kedepan,”Ujar Abdul Halim melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (18/6).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir, Rudiansyah membenarkan adanya kelangkaan Bensin ditingkat pedagang pengecer. Hal ini menurutnya lebih disebabkan karena diperketatnya penjualan kepada pedagang eceran.

Dijelaskan mantan Kabag ekonomi Setdakab Inhil ini, untuk seluruh wilayah Kab Inhil hanya terdapat 4 buah SPBU dan 8 APMS. Jumlah ini diakuinya tidak mampu untuk menjangkau seluruh masyarakat.

Dengan alasan itu, keberadaan pedagang pengecer sebagai perpanjangtanganan pendistribusian kepada masyarakat diakuinya masih memegang peran yang cukup penting.

“dengan 4 SPBU dan 8 APMS kita pastikan tidak akan mampu untuk mensuplay kebutuhan BBM masyarakat secara merata di seluruh wilayah Inhil, khususnya untuk daerah-daerah yang keberadaannya cukup jauh dari SPBU dan APMStersebut. 2 SPBU berada di Kota Tembilahan, 1 Tembilahan Hulu dan 1 di Rumbai Jaya. dengan kondisi ini, diakui atau tidak peran pedagang pengecer tentunya cukup memiliki arti,” Ujar Rudianysah sambil mengatakan bahwa Pemkab Inhil dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat untuk membicarakan persoalan ini.

Ditambahkan Rudianysah, untuk mengantisipasi kejadian seperti ini tidak terus berulang, Pemkab Inhil akan mengupayakan untuk kembali mengaktifkan pangkalan-pangkalan BBM.

“sudah lima harian ini SPBU tidak lagi melayani pembelian pedagang pengecer. Pengawalan dilakukan petugas kepolisian bekerjasama dengan pihak pertamina. Namun akibatnya, masyarakat kita kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan bensin” Pungkas Rudianysah. (dro)