3 Februari 2026

Media Ekspres

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Joko Widodo: Megawati Jual Indosat sebab 1998 Krisis Berat

Bagikan..

Joko Widodo berniat membeli kembali Indosat dengan harga yang pas

253864_pdip-gelar-syukuran-di-hari-pertama-kampanye-pilpres_663_382detikriau.org – Penjualan perusahaan telekomunikasi Indosat di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu pertanyaan yang dilontarkan Prabowo Subianto kepada Jokowidodo dalam sesi pendalaman debat capres tahap ketiga bertema politik internasional dan ketahanan nasional yang digelar di Hotel Holiday Inn, Jakarta. Minggu (22/6/2014) malam.

Kata Jokowi, penjualan Indosat dilakukan karena Indonesia saat itu sedang dilanda krisis berat. “Tahun 1998 itu Indoensia dilanda krisis berat. Pada saat Ibu Mega menjadi presiden, ekonomi masih belum baik. Kondisi krisis dengan normal tentu berbeda. Tidak bisa dibandingkan tahun 1998 dengan kondisi sekarang,” kata Jokowi.

Mantan walikota Solo ini juga mengajak untuk membayangkan disaat dalam kondisi krisis dan membutuhkan uang untuk menggerakkan perekonomian. Yang bisa kita lakukan jual barang itu, tentu dengan catatan nantinya barang itu masih bisa kita beli lagi.

“Untuk hal-hal strategis ke depan, Indosat harus jadi incaran kita. Indosat harus kita beli kembali, tapi tentu saja dengan harga wajar. Jangan sampai kita beli dengan harga tak wajar,” ujar capres usungan banteng moncong putih ini.

Joko Widodo meminta semua pihak untuk tidak menyalahkan pemerintahan terdahulu, karena kondisi saat ini dan silam jauh berbeda. “Saya inginnya melihat ke depan. Ke depan, kita ambil lagi Indosat. Kita pakai untuk mengembangkan satelit. Pertahanan siber harus kita punyai,” kata dia.

Untuk diketahui, saat ini saham pemerintah RI di Indosat hanya sebesar 14,29 persen, sedangkan saham mayoritas, 65 persen dimiliki oleh Ooredo Asia Pte. Ltd. –perusahaan telekomunikasi asal Qatar. Sisa saham Indosat 5,42 persen dimiliki oleh Skagen AS dan 15,29 persen lainnya milik publik.(dro/vivanews)