3 Februari 2026

Media Ekspres

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Kepala Sub Ranting PLN Sungai Salak Sayuti, Diduga Tipu Calon Pelanggan

Bagikan..

ARBIndonesia.com (TEMBILAHAN) – Sikap Kepala Sub Ranting PLN Sungai Salak,Sayuti sungguh sangat keterlaluan. Dengan seenak hati, dia berani mengalihkan pemasangan meteran KWH baru kepada orang yang mestinya tidak dipenuhi oleh PLN Ranting Tembilahan. Apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan, bentuk dari pengangkangan atas perintah atasan.

Dari data yang diterima oleh www.detikriau.wordpress.com, Diketahui memang ada dua nama atas Tarmiji yang memohon permintaan penyambungan baru ke PLN Ranting Tembilahan. Dari kedua nama tersebut memang tinggal di jalan yang sama, yakni jalan H Mansyur. Tapi dibedakan oleh lorong dan RT. Tarmiji yang mestinya dipasang karena permohonan dia dikabulkan oleh PLN adalah yang tinggal di jalan Sederhana RT 04 sesuai dengan surat Nomor 2391/8712/TUL/2011/M pada tanggal 23-03-2011 dimana surat tersebut dengan jelas menujukan kepada Tarmiji di jalan Sederhana.

Tapi kenyataan, yang dipasangkan oleh Kepala Sub Ranting Sungai Salak Sayuti malah untuk Tarmiji di jalan Binjai RT 03. Hal itu sudah barang tentu sebuah pelanggaran jelas atas intruksi surat PLN yang ditandatangani oleh Kepala PLN, Desril Naldi.

Kondisi itu sudah barang tentu membuat Tarmiji yang mestinya berhak mendapat pemasangan meteran KWH baru sangat kecewa. Apalagi pada saat itu ia sudah mempersiapkan dana untuk pembayaran pemasangan baru Rp 3.700.000.

“Terus terang saya sangat kecewa setelah tahu hari ini, bahwa yang mestinya dipasang meteran dan jaringan baru adalah saya, saya akan tuntut Kepala PLN Sub Ranting Sungai Salak atas manipulasi data yang ia lakukan,” katanya.

Sementara itu Abdus Syukur salah seorang karyawan Biro CV Putera Inhil Prakasa, selaku orang yang diberikan kepercayaan penuh menangani persoalan ini di Sungai Salak dengan tegas mengakui bahwa telah terjadi kesalahan pemasangan meteran KWH tersebut. Karena ia mengetahui secara pasti kronologis kejadian yang berlaku. Apalagi memang dirinya yang membawa, pelanggan atas nama tarmiji yang tinggal di jalan Sederhana untuk melengkapi berkas dan menandatangani kontrak dengan PT PLN di Tembilahan.

“Makanya saya heran kenapa kepala PLN Sub Ranting Sungai Salak malah memasang kepada Tarmiji yang lain. Padahal mereka berdua adalah pelanggan dari CV kami dan kami yang menangani berbagai berkas kelengkapan yang dibutuhkan, maka saya tahu persis kalau pemasangan itu menyalahi surat persetujuan PLN Ranting Tembilahan,” imbuhnya.

Masih menurutnya, ia sebenarnya sudah mengajukan protes kepada Sayuti terkait persoalan ini. Tapi nampaknya protes dirinya tidak diindahkan. Padahal apa yang dilakukan oleh Sayuti sebagai karyawan PLN adalah bentuk pelanggaran. Karena yang namanya karyawan PLN di larang untuk mencari pelanggan baru, apalagi sampai membawa dan mengurus persoalan pemasangan meteran KWH baru, sebab sudah ada biro yang ditunjuk.

Sementara itu As’ad Direktur CV Putera Inhil Prakasa ketika ditemui oleh www.detikriau.wordpress.com diruangan kerjanya mengungkapkan, mengakui adanya dua nama Tarmiji yang memohon pemasangan baru. Karena nama alamat sama, maka biasanya salah satu pasti akan ditolak permohonannya. Makanya saat Sayuti membawa berkas lengkap dengan denahnya sekaligus, makanya berbagai kelengkapan yang ditangani oleh Biro ia penuhi.

“Saat itu ia langsung membawa denah rumah atas nama Tarmiji yang katanya dikeluarkan oleh PLN Ranting Tembilahan. Tapi pada saat itu saya sudah mengingatkan agar jangan sampai terjadi kesalahan orang nantinya,” katanya.

Sementara Sayuti ketika dikonfirmasi www.detikriau.wordpress.com melalui HP kesalahan pemasangan meteran KWH baru yang ia lakukan terkesan gugup. Apalagi setelah dibacakan dengan jelas bahwa pelanggan baru yang dikabulkan oleh PLN adalah Tarmiji jalan Sederhana sesuai dengan surat yang sudah dikeluarkan langsung terdiam. Bahkan dengan terbata-bata ia menjawab, “Saya memasang sesuai dengan denah yang dikeluarkan oleh PLN,” ucapnya masih berkilah.

Ketika disinggung bahwa PLN Ranting Tembilahan tidak konsisten atas surat yang mereka keluarkan, karena sebelumnya sudah menyetujui pemasangan meteran KWH baru untuk Tarmiji dijalan Sederhana, tapi kenyataan malah membuat denah untuk Tarmiji di jalan Binjai, yang bersangutan makin tampak takut. “Tidak seperti itu, kalau memang nantinya ada kesalahan kita perbaiki,” katanya.

Bahkan dalam kesempatan itu ia meminta kepada media agar jangan menaikkan berita ini, karena ia langsung akan meminta klarifikasi dari PLN Ranting Tembilahan dan juga Biro. “Tolonglah jangan dinaikkan dulu,” katanya. (Nejad)