
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Psikolog, Lily Elwina M.Psi memprediksi nasib generasi muda di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini akan rusak. Sebab menurutnya, khususnya wilayah kota Tembilahan sudah marak para anak-anak hingga usia remaja yang doyan menghisap lem kambing dan terkesan dibiarkan saja.
“Harus ada solusi, kalau tidak maka akibatnya generasi kita akan rusak dan sangat mengkhawatirkan bagi penerus daerah kita sendiri,” kata Lily kepada detikriau.org, Kamis (28/1/2016).
Lily menerangkan, dasar berkembangnya pecandu lem memabukkan itu karena dipengaruhi lingkungan, teman sejawatnya dan beberapa faktor lainnya. Dicontohkan seperti seringnya anak-anak dan remaja ngumpul bersama di tempat tertentu.
Untuk mengatasi hal tersebut, peran paling utama adalah orang tua dalam mengawasi keseharian anaknya, kemudian masyarkat setempat harus peduli terhadap lingkungan dan tak kalah pentingnya peran dari pemerintah daerah melalui instansi terkait.
“Namun sekarang kebanyakan orang tua terkesan membiarkan saja dan begitupun masyarakat sekitar. Tak hanya itu, peran pemerintah juga sangat dibutuhkan. Ingat, situasi seperti ini jangan dianggap sepele,” ujarnya.
Pengelola Violet Psikologi Konsultan di Jalan Datuk Bandar Tembilahan ini menjelaskan bahwa efek dari lem itu cukup membahayakan bagi kelangsungan masa depan anak. Sebab katanya, koneksi fikiran akan turun drastis dari sebelumnya. Artinya, kemampuan dalam berfikir tidak akan sempurna lagi.
“Baru-baru ini, ada salah satu orang tua membawa anaknya kepada saya. Jangankan disuruh berfikir, diajak bicara saja sudah sulit. Padahal sekolahnya sudah dijenjang SLTA. Sekarang dia sedang menjalani rehabilitasi akibat efek lem kambing sudah terlalu tinggi,” tutupnya. –mirwan



BERITA TERHANGAT
Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Bupati Inhil Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025
3.983 Pegawai Pemerintah PPPK Paruh Waktu Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Resmi Menerima SK Pengangkatan oleh Bupati Inhil Herman