
Tembilahan, detikriau.org – Manajer PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Agustian Rasmanto mengakui kualitas air yang dihasilkan perusahaan daerah milik Pemkab Inhil ini dalam beberapa hari belakangan kurang memuaskan. Menurutnya persoalan ini disebabkan kerusakan beberapa unit mesin pompa bahan kimia sehingga menyebabkan pengolahan air baku tidak maksimal.
“Sekarang saya sedang dilokasi pengolahan, Pulau Palas. Beberapa mesin pompa bahan kimia kita rusak,” Jawab Agus melalui sambungan selularnya, rabu (13/7/2016)
Mengatasi persoalan ini diperjelasnya, untuk sementara pihak PDAM terpaksa mengupayakan melalui sistem Grafitasi, meskipun tidak maksimal, setidaknya akan memperbaiki sedikit kualitas air yang dihasilkan dan disuplay kepada pelanggan.
Lagi menurutnya, mesin-mesin pompa bahan kimia milik PDAM TI saat ini rata-sara sudah berusia tua. Bahkan ada yang dibeli tahun 2002 yang terakhir diganti tahun 2010 sedangkan mesin-mesin ini harus beroperasional selama 24 jam. Dengan kondisi keuangan PDAM TI saat ini, penggantian peralatan milik PDAM menurutnya masih belum memungkinkan.
“tapi tidak semua mesin pompa bahan kimia rusak. Namun saat dialirkan melalui reservoir, air yang dihasilkan melalui bak pengolahan air baku yang pompanya rusak tercampur dengan air baku yang kualitas baik. Makanya kualitas air yang sampai ke konsumen juga pastinya berpengaruh.” Pungkas Agus sambil menegaskan pihaknya akan berupaya maksimal untuk segera mengatasi persoalan ini untuk emmenuhi kepuasan pelanggan./ dro



BERITA TERHANGAT
Tahun 2025,Kejari InHil Selamatkan Keuangan Negara Rp 1,6 M
Bupati Inhil Hadiri Perayaan Natal Oikumene 2025
3.983 Pegawai Pemerintah PPPK Paruh Waktu Dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Resmi Menerima SK Pengangkatan oleh Bupati Inhil Herman