
Tembilahan. (detikriau.org) – Krisis air bersih kembali dihadapi oleh warga kota Tembilahan, pasalnya pasokan air dari PDAM Tirta Indragiri sejak beberapa hari yang lalu sering terjadi kemacetan, belum lagi dengan kulaitas air yang terkadang keruh, asin dan berbau.
Kondisi buruknya pelayanan ini diakui pihak PDAM TI. Namun mereka kembali berdalis buruknya distribusi dan rendahnya kualitas air disebabkan pasokan listrik PLN yang tidak normal. baca Air Macet, PDAM TI Jangan Kambinghitamkan PLN.
Sebagaimana yang disampaikan Kabag distribusi dan produksi PDAM TI, Husni saat ditemui di ruang kerjanya mengakui terjadinya penurunan pelayanan disebabkan terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas air yang didistribusikan oleh perusahaan air bersih milik pemerintah daerah ini.
Husni menyatakan kondisi arus listrik yang tidak norman dan sering padam membuat mesin produksi air bersih yang ada di pulau palas tidak bisa beroperasi untuk memenuhi kebutuhan warga tembilahan.
Selain itu kebocoran pipa beberapa hari yang lalu diakui juga ikut memberikan andil. Namun untuk kebocoran pipa menurut Husni pihaknya telah berhasil memperbaiki.
“kita berharap kondisi pasokan listrik yang tidak normal bisa kembali membaik sehigga unit produksi dapat berjalan normal,” katanya.
Disebabkan terus merosotnya pelayanan PDAM TI ini warga mengaku aktifas hariannya menjadi terganggu akibat sulitnya memperoleh air bersih.
Menurut penuturan salah seorang warga tembilahan Nurliza, kesulitan air bersih yang dihadapinya telah berlangsung selama tiga hari belakangan, ia mengaku sejumlah pakaian dan piring kotor menumpuk dirumahnya akibat krisis air bersih ini.
“Saya berharap agar pelayanan PDAM dapat kembali normal sehinga aktifitas harian warga tidak ikut terganggu.” Harapnya.(fa)





BERITA TERHANGAT
KUA Tanah Merah Gelar Bimbingan Pra-Nikah untuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah
Sambu Group Lakukan Adaptasi Lingkungan dengan Pengolahan Air Hujan
Kepala Desa Tanah Merah Pimpin Apel Pagi Hari Pertama, Berharap Keberkahan dalam Bertugas