TEMBILAHAN (detikriau.org)-Berdasarkan data dari Komunitas Donor Darah Indragiri Hilir,hingga saat ini ditemukan sebanyak 11 anak di Kabupaten Indragiri Hilir yang mengidap penyakit Thalasemia.
Disamping 11 anak-anak yang baru diketahui mengidap penyakit tersebut, tidak menutup kemungkinan masih banyak lagi penderita Thalasemia yang belum terdeteksi,” tutur Ketua Komunitas Donor Darah Inhil (KDDI), Hendri Irawan, kemarin.
Dengan terus bertambahnya penderita penyakit Thalasemia ini, menurutnya Inhil harusnya sudah memiliki Yayasan Thalasemia, sehingga para pasien Thalasemia dapat terkontrol secara rutin.
“Jika sudah terkena Thalasemia maka harus melakukan transfusi darah seumur hidup dan meminum obat secara rutin. jika ada Yayasan Thalasemia para penderitanya bisa dibantu oleh Pemerintah,” terang Iwan.
Sementara itu, Dokter Spesialis Anak di RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Taufan Prasetya menjelaskan, Thalasemia merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena terjadinya gangguan produksi Hemoglobin dan juga disebabkan oleh genetik atau keturunan.
Penyakit ini biasanya ditandai dengan anemia, terjadinya pembesaran pada limfa dan bentuk tulang yang tidak normal,serta terjadi gangguan pertumbuhan yang tentunyasangat berbahaya dan fatal akibatnya bila tidak segera mendapat pertolongan medis.
“Gejala Thalasemia ditandai dengan muka pucat, susah tidur, lemas dan lesu, nafsu makan yang berkurang, serta infeksi yang terjadi namun secara berulang,” terang Taufan. (dro)



BERITA TERHANGAT
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Ketahanan Pangan
Diki Nofriadi: Amanah Ini Berat, PKDP Harus Jadi Rumah untuk Semua di Bumi Inhil