Mediaekspres. Co/Taput.Terkait beralihnya sebagian lahan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara guna( Taput) peruntukan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Taput, Mangoloi Pardede tidak mengetahui seputar pemanfaatan lahan Puskesmas Pangaribuan untuk dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis).

” Tidak tahu karena memang tidak ada surat pemberitahuan secara resmi dari Pemkab Taput ataupun Satker Dinas Kesehatan ke kami ” ujar Mangoloi Pardede di gedung DPRD Tarutung, Senin (30/3/2026).
Ia mengatakan , lazimnya bila ada asset milik Pemkab yang akan beralih ataupun dipinjam pakai, Dewan selaku fungsi pengawasan patutnya disurati resmi.
” Apapun itu bentukannya baik pinjam pakai, hibah atau jenis lainnya kita yang membidangi kesehatan patutnya diberitahu secara kelembagaan. Nah, ini baru kita dengar ada lahan di kompleks Puskesmas Pangaribuan sudah terbangun dapur MBG ,” ucap Mangoloi Pardede.
Senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Dedi Hutabarat juga tidak mengetahui secara kelembagaan adanya bangunan SPPG milik BGN di kompleks Puskesmas Pangaribuan.
” Seharusnya kalau ada pinjam pakai lahan milik Pemkab ataupun apapun jenisnya DPRD diberitahu secara resmi. Memang dalam aturan kalau nilai asset yang mau dialihkan dibawah 5 Milyar tidak perlu paripurna , akan tetapi kita juga harus tahu itu bagaimana status lahan puskesmas apakah sudah sertifikat Pemkab ataupun belum. Ini juga perlu kita ketahui dan apa juga yang kita dapatkan dari pemanfaatan lahan tersebut untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Dedi yang juga kordinator komisi C
Dari sumber penelusuran awak media, bahwasanya pemilik lahan sebelumnya bermarga Pakpahan telah menyerahkan ke pemerintah. Dan memang saat ini lahan tersebut sudah lama dimanfaatkan untuk fasilitas kesehatan yakni Puskesmas Pangaribuan.
Namun, belakangan ini setelah marak program MBG berjalan di Taput sumber yang enggan disebut namannya mengungkap pemilik lahan sebelumnya diduga menyerahkan lahan tersebut untuk bangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Sebelumnya Syah Menan Lubis perwakilan BGN saat dikonfirmasi media via selular, Sabtu (14/3/2026) membenarkan unit bangunan adalah dapur MBG.
Lubis menyebut bangunan itu melibatkan tiga Kementerian yakni Kemendagri, Badan Gizi Nasional dan Pekerjaan Umum. ” Benar itu dapur milik pemerintah yakni BGN, ” ujarnya.
Terkait status lahan yang dari penelusuran awak media masih asset milik Pemkab Taput, Syah Menan menambahkan sudah beralih.
” Statusnya pinjam pakai,” ujarnya via aplikasi WhatsApp.
Sementara itu, Kepala badan pengelolaan keuangan dan asset daerah (BPKAD) Josua Hutabarat membenarkan adanya dapur milik BGN di lahan puskesmas Pangaribuan.
” Itu pinjam pakai, dan tujuannya mendukung program pemerintah pusat,” ujarnya via WhatsApp ke media( udut)
Wakil Ketua DPRD Taput Dedi Hutabarat dan Ketua Komisi C Mangoloi Pardede saat dikonfirmasi wartawan seputar asset puskesmas Pangaribuan yang dipinjam pakai untuk bangunan SPPG.
Sementara itu nampak lahan Puskesmas Pangaribuan Taput digunakan pembangunan Dapur MBG milik BGN. (udut)



BERITA TERHANGAT
Paripurna LKPJ Bupati Taput Agenda Rapat Komisi Dengan OPD
RDP Komisi A DPRD Taput Terbitkan 3 Rekomendasi Atas Dugaan Penelantaran Anak
Bupati Taput kunjungi Lahan Pertanian Robema Farm di Desa Bahal Batu II Kecamatan Siborongborong