.
Iinhil.mediaekspres.co. Suasana Kantor Desa Belantara Raya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mendadak ricuh pada Selasa (20/05/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Seorang pria yang diduga merupakan koordinator lapangan (korlap) aksi demonstrasi beberapa bulan lalu disebut mendatangi kantor desa dan terlibat keributan dengan Kepala Desa Belantara Raya, Hasbullah.
Insiden tersebut sontak menjadi perhatian warga setelah video keributan beredar luas di sejumlah grup WhatsApp. Dalam rekaman video itu terlihat beberapa orang berusaha melerai pertikaian yang terjadi di dalam ruangan kantor desa. Sejumlah staf desa tampak berupaya menahan dan mengamankan situasi agar keributan tidak semakin memanas.
Dari video yang beredar, keributan terjadi di tengah aktivitas pelayanan masyarakat di kantor desa. Bahkan beberapa staf terlihat berusaha melindungi Kepala Desa dari aksi yang diduga mengarah pada penyerangan fisik.
Saat dikonfirmasi media ini, Kepala Desa Belantara Raya, Hasbullah, membenarkan adanya penyerangan terhadap dirinya di kantor desa. Ia mengaku peristiwa tersebut membuat suasana pelayanan desa menjadi terganggu.
Aku diserang di kantor Desa Belantara. Ini mau ke Polres buat laporan,ujar Hasbullah kepada media ini.
Hasbullah juga mengungkapkan bahwa sebelum kejadian di kantor desa, diduga sempat terjadi tindakan kekerasan terhadap anggota Linmas di area pasar.Sebelum kejadian, anggota Linmas dicekiknya di pasar. Dapat info anggota Linmas mau lapor ke Polsek, terus aku diserang di kantor sehingga pelayanan terhenti dibuatnya, ungkap Hasbullah.
Lebih lanjut, salah satu staf Desa Belantara Raya yang berada di lokasi kejadian menyebut kedatangan pria tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas pemerintahan desa dan pelayanan publik yang sedang berlangsung.
Yang datang ke kantor menyerang dan mengganggu kelancaran pelayanan publik. Selain itu juga berkata-kata tak senonoh di dalam kantor desa,ujar salah seorang staf desa kepada media ini.
Akibat keributan tersebut, aktivitas pelayanan masyarakat di Kantor Desa Belantara Raya disebut sempat terhenti. Pegawai desa dan warga yang berada di lokasi tampak berusaha mengamankan situasi agar keributan tidak semakin meluas.
Peristiwa ini pun menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, mengingat kantor desa merupakan pusat pelayanan publik yang seharusnya berlangsung aman dan kondusif.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut guna mendapatkan keterangan yang berimbang.
Belum diketahui secara pasti motif utama terjadinya keributan tersebut. Aparat kepolisian diharapkan segera melakukan penelusuran dan mengambil langkah cepat agar situasi tetap kondusif serta tidak mengganggu jalannya kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di Desa Belantara Raya.



BERITA TERHANGAT
Gagal Tunjukkan Dokumen, PT Agrinas Tuding Kades Lubuk Besar Bela Cukong: “Itu Pengalihan Isu!”
Polsek Tempuling Tanam Jagung Bersama Warga, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Tempuling Dukung Swasembada Pangan 2026, Bhabinkamtibmas dan Kelompok Tani di Harapan Jaya Tanam Jagung 1 Hektar