9 Januari 2026

Media Ekspres

Mengulas Berita dengan Data Akurat

Bupati H Herman, Berpacu Dengan Waktu Membangun Inhil Hebat dan Gemilang

Bagikan..

Inhil.mediaekspres.co. Bupati H Herman “berpacu dengan waktu”  membangun Kabupaten Indragiti Hilir mempercepat pembangunan untuk mengejar ketertinggalan, mengatasi berbagai masalah, dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara efektif. 

Terekam kepemimpinannya, H Herman dan Yuliantini memimpin Kabupaten Indragiri Hilir dengan berbagai gebrakan serta inovasi, sudah sepatutnya mendapat apresiasi.

Pasangan H Herman dan Yuliantini memimpin Kabupaten Ingragiri Hilir menjadi cerminan keseriusan untuk melayani masyarakat, juga menjadi fondasi yang kuat dan langkah awal mewujudkan visi inhil hebat dan gemilang janji politiknya kepada masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.

Telah banyak karya-karya yang ditorehkan dengan kurun waktu yang cukup singkat, berbagai program yang di canangkan mampu membuat perubahan kearah yang lebih baik bagi masyarakat.

Bukan berarti semuanya akan selesai dalam dalam setahun. Ini baru permulaan dan langkah awal dan tentunya akan dilalui step by step. Kepemimpinan yang dinakhodai oleh H Herman dan Yuliantini telah diwujudkan dan diuraikan secara terstruktur. Hal ini agar bisa diketahui dan dipahami oleh masyarakat.

Dipundak H Herman dan Yuliantini kini memikul tanggungjawab yang berat. Tanggungjawab yang menyelipkan asa baru bagi seluruh masyarakat yang mengiginkan perubahan menuju Inhil Hebat dan Gemilang.

Di bawah duet kepemimpinan H Herman selaku Bupati dan Yuliantini wakil bupati Kabupaten Indragiri Hilir, pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir  terus menunjukkan geliatnya. Perlahan namun pasti, satu persatu visi serta janji politiknya kepada masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir untuk mewujudkan inhil hebat dan gemilang.

Seakan berpacu dengan waktu, sejak dilantik  20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi H. Herman sebagai Bupati dan Yuliantini sebagai Wakil Bupati Indragiri Hilir untuk masa jabatan 2025-2030, telah melaksanakan pembangunan. Baik Infrastruktur jalan maupun jembatan telah berhasil dilaksanakan.

Satu persatu permasalahan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Indragiri teratasi dengan komitmen Bupati Indragiri Hilir. Seperti melanjutkan pembangunan antar kecamatan yang selalu di keluhkan warga masyarakat inhil sangat sulit akses jalan antar kecamatan juga masalah banjir yang selalu menghantui warga masyarakat.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dibawah kepemimpinan H Herman dan Yuliantini untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan ruas jalan penghubung antar-kecamatan yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian”, ujar Maulana salah sorang warga Tembilahan kepada investigasi saat bincang-bincang terkait pembangunan di Kabupaten Inhil dibawah kepemimpinan H Herman dan Yuliantini selaku bupati dan wakil bupati kabupaten Indragiri Hilir kamis, (8/1/2026).

Maulana menilai, perbaikan jalan penghubung antar beberapa kecamatan yang cukup lama terabaikan merupakan tanggungjawab kepala daerah untuk membenahi dan melanjutkannya. Sehingga, komitmen H Herman selaku Bupati Indragiri Hilir menunjukkan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan ruas jalan lingkungan, kota dan jalan penghubung antar-kecamatan.

“Pembangunan infrastruktur tidak hanya soal teknis, melainkan menyangkut hajat hidup masyarakat dan sangat strategis bagi pergerakan perekonomian masyarakat”, ujarnya

Pekerjaan besar ini kata Maulana melanjutkan, tentu memerlukan sinergi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, termasuk partisipasi aktif dari masyarakat. Karena, Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan akan membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

H Herman selaku Bupati Kabupaten Indragiri kata Maulanan, semestinya menyadari pentingnya profesionalitas dalam menyusun kabinet di pemerintahannya. Dalam menentukan orang-orang yang akan mengisi komposisi OPD yang ada, mestinya tidak hanya berdasarkan kedekatan, kesenangan pribadi atau bahkan alasan balas jasa semata, yang akhirnya mengorbankan tujuan hakiki serta niat pengabdian tulus yang mungkin sempat ada saat awal ingin terjun memimpin Kabupaten Indragiri Hilir.

H Herman mestinya benar-benar menempatkan seseorang untuk mengisi jabatan yang memang sesuai dengan kompetensi, basic dan kemampuannya.

Refleksi Kinerja dan Kaleidoskop Pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Inhil di Aula Tembulun Rusa, Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Tembilahan, Rabu (31/12/2025). Bupati H Herman tidak sekedar memapaprkan capaian kinerja dalam bentuk angka, melainkan menghadirkan ruang kejujuran dan pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat. Sebagai wujud keterbukaan, akuntabilitas publik, dan evaluasi bersama atas pelaksanaan pembangunan daerah sepanjang tahun 2025

Cermin perjalanan pembangunan Kabupaten Inhil kata Bupati Herman, tidak hanya melihat angka, tetapi menilai hasil kerja keras kolektif dalam mewujudkan Indragiri Hilir yang hebat dan gemilang dengan pertanian terpadu menuju masyarakat sejahtera, ujar Bupati Herman.

Karakter geografis Indragiri Hilir sebagai Negeri Seribu Parit dan Hamparan Kelapa Dunia yang didominasi dataran rendah dan wilayah pasang surut kata Herman, pembangunan daerah dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Namun demikian, tantangan tersebut justru menjadi dasar dalam membangun daerah secara adaptif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Pada Misi Transformasi Ekonomi Inklusif, Bupati Inhil, Herman memaparkan bahwa pembangunan ekonomi daerah tetap bertumpu pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yakni pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Pemerintah Kabupaten Inhil telah menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas ±13.630,56 hektare, didukung pembangunan jalan usaha tani sepanjang lebih dari 406 kilometer serta jaringan irigasi tersier sepanjang 583 kilometer dalam kondisi baik. Program optimasi lahan seluas lebih dari 8.800 hektare turut mendorong luas tanam padi mencapai lebih dari 24.900 hektare pada tahun 2025.

Di sektor perkebunan kelapa, rehabilitasi tanggul mekanik sepanjang 31,5 kilometer dan peningkatan jalan produksi perkebunan sepanjang 1.888 meter dilakukan guna melindungi kebun rakyat. Sementara itu, produksi perikanan tangkap tercatat mencapai 67.746,92 ton, dan perikanan budidaya 3.421,61 ton.

Dari sisi investasi, hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Indragiri Hilir mencapai Rp4,09 triliun, seiring dengan upaya peningkatan pelayanan perizinan dan kemudahan berusaha melalui kehadiran Mall Pelayanan Publik.

Dalam Misi Pemerataan Infrastruktur dan Harmoni Lingkungan, Bupati Herman menyampaikan bahwa pembangunan konektivitas wilayah dipandang sebagai instrumen keadilan pembangunan.

Dari total ±676,93 kilometer jalan kabupaten, sebanyak 30,81 persen telah berada dalam kondisi mantap. Salah satu capaian penting tahun ini adalah fungsionalnya ruas jalan Bagan Jaya–Enok sepanjang 32,7 kilometer.

Selain itu, pembangunan dermaga di sejumlah kecamatan seperti Pelangiran, Kempas, Mandah, Gaung, dan Keritang terus dilakukan untuk menunjang transportasi sungai. Upaya mitigasi bencana juga dilakukan melalui normalisasi kanal sepanjang 168.557 meter, serta normalisasi parit perkotaan di Tembilahan dari Parit 11 hingga Parit 15 sepanjang ±5 kilometer.

Bupati Inhil, Herman menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.

Di sektor pendidikan, Angka Partisipasi Sekolah (APS) jenjang SD telah mencapai 99,58 persen, meskipun pemerintah daerah masih berupaya meningkatkan APS jenjang PAUD yang berada di angka 54,5 persen. Sepanjang tahun 2025, Pemkab Inhil merehabilitasi 150 ruang kelas dan membangun 28 ruang kelas baru.

Di bidang kesehatan, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 98,96 persen, menunjukkan komitmen kuat Pemkab Inhil dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Sementara itu, inovasi Gerakan Inhil Atasi Stunting (GINTAS) berhasil menurunkan jumlah kasus stunting dari 853 kasus menjadi 587 kasus hingga November 2025.

Pemkab Inhil juga berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sembilan kali berturut-turut sejak tahun 2016. Selain itu, hingga tahun 2025, Kabupaten Indragiri Hilir telah dinyatakan bebas dari desa tertinggal dan sangat tertinggal.

Refleksi kinerja melibatkan jurnalis, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, serta insan pers. Sejumlah isu strategis disampaikan, di antaranya persoalan banjir, lingkungan dan pembangunan, pemekaran wilayah, pemanfaatan mangrove dan kawasan hutan, perizinan hiburan malam, pengelolaan sampah, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Inhil, Herman menjawab seluruh pertanyaan secara lugas dan terbuka, serta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran yang tidak mengindahkan aturan.

Bupati Inhil, Herman menegaskan bahwa refleksi kinerja ini menjadi pijakan penting untuk memperbaiki dan memperkuat arah pembangunan ke depan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan menjaga semangat kolaborasi.

“Seluruh capaian ini adalah hasil kerja keras kolektif kita semua. Namun refleksi ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Ke depan, kita harus terus adaptif, menjaga integritas, dan memperkuat kebersamaan demi Indragiri Hilir yang lebih hebat dan gemilang,” tegas Bupati Inhil, Herman.

Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Herman, menegaskan pembangunan tidak boleh lagi terhambat oleh birokrasi yang lamban dan praktik yang tidak akuntabel.

Bupati menegaskan komitmennya terhadap dua prinsip utama dalam pembangunan Inhil yang lebih baik, kecepatan dan transparansi. Penegasan tersebut agar OPD mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Salah satu terobosan yang ditekankan H Herman adalah kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Bagi Kepala OPD yang berkenerja buruk akan dievaluasi.

Setiap proyek strategis, seperti pembangunan Islamic Center, Pasar Trapong, dan Dermaga Plengsengang, wajib diekspos dan dibahas secara terbuka di depan BPKP dan konsultan terkait. 

Langkah ini bukan hanya formalitas, tetapi sebuah mekanisme kontrol untuk mencegah praktik mark-up anggaran dan mendorong efisiensi.

Pendekatan ini menempatkan Inhil sebagai daerah yang berani membuka diri terhadap pengawasan, guna memastikan setiap rupiah uang rakyat digunakan secara optimal dan bertanggung jawab.(red)