Inhil.mediaekspres.co. Dari hasil survei Litbang Media Investigasi bahwa pada tahun 2025 mengungkap kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan H Herman-Yuliantini mencapai 67 persen dengan predikat “Cukup Puas”. Sedangkan 28 persen menyatakan “Kurang Puas” dan 5 persen lainnya “Tidak Puas”. Yang menjadi catatan kritis, publik tidak memberikan label “Puas” dan “Sangat Puas” terhadap kinerja
Meskipun pada satu sisi, hal ini di cukup wajar mengingat periodisasi Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir dibawah kepemimpinan H Herman- Yuliantini baru berjalan satu tahun dalam kondisi efesiensi anggaran. Meski efisiensi anggaran menerpa Kabupaten Indragiri Hilir kata tak merubah komitment H Herman-Yuliantini untuk tetap konsisten menunaikan janji kampanyenya.
Survei ini sendiri dilakukan melalui metode simple random sampling, dengan pengambilan data dilaksanakan 11 sampai 19 Oktober 2025 melalui wawancara via telepon kepada sejumlah reponden.
Berdasarkan penyusunan profil dan demografi responden, kelompok terbanyak adalah kelompok responden milenial dengan rentang usia responden terbanyak berusia 20 sampai 25 tahun (milenial) sebesar 60 persen dari total responden dan tingkat pendidikan rata-rata SLTA/sederajat (73.8 persen) dimana saat ini masih menempuh pendidikan di perguruan tinggi (58%). Sementara lainnya merupakan pegawai swasta sebesar 22 persen, IRT 8 persen, wiraswasta 5 persen, ASN 5 persen dan lainnya 2 persen.
Temuan survei meliputi angka tingkat pengetahuan masyarakat terhadap “Inhil Hebat” dimana mayoritas sebanyak 77 persen menjawab “mengetahui” terkait program-program tersebut, sementara sisanya 33 persen mengaku “tidak mengetahui” terkait program unggulan “Inhil Hebat”
Temuan berikutnya, diketahui sebanyak 62 persen responden menganggap program unggulan “Inhil Hebat” telah berjalan. Sementara 38 persen sisanya menjawab tidak berjalan. Lebih jauh dalam angka penilaian publik secara detail terkait satu persatu program unggulan “Inhil Hebat”, program pembangunan infrastruktu jalan dianggap sebagai program yang paling berhasil untuk dilaksanakan (61,6 persen).
Dalam survei ini terungkap pula masalah-masalah terpenting yang membutuhkan penanganan Pemkab. Perbaikan jalan dan konektivitas antarwilayah adalah permasalahan yang dipandang responden sangat penting ditindaklanjuti Pemkab Indragiri Hilir.
Perbaikan jalan dan masalah konektivitas wilayah tersebut akan menjadi kunci bangkitnya ekonomi pembangunan berbasis masyarakat sesuai cita-cita tagline “Inhil Hebat”.
Pada temuan terkait penggunaan media sosial sebagai sarana mensosialisasikan program kerja dan kegiatan perangkat daerah, sebagian besar responden mengganggap, aktivitas media sosial Kepala Daerah cukup berpengaruh secara efektif (88 persen) dalam menyosialisasikan program kegiatan dan program kerja lainnya ataupun sebagai wahana menyosialisasikan kebijakan. Sementara itu, 12 persen lainnya beranggapan hal tersebut berpengaruh namun kurang efektif.
Kesimpulannya, mayoritas responden atau sebesar 77 persen mengetahui program prioritas “Inhil Hebat” tersebut dengan angka persepsi sebesar 62 persen menilai program tersebut telah berjalan.
Angka kepuasan terhadap keseluruhan program kerja dapat dikatakan berada pada level cukup memuaskan jika kita mengomparasikan kondisi yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir saat ini efisiensi anggaran menerpa Kabupaten Indragiri Hilir.
Pada titik ini Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir pantas mendapatkan sedikit achievement tersendiri terkait angka kepuasan kinerja tersebut.
Pada sudut pandang lainnya dalam konteks penilaian kinerja satu tahun periode H Herman-Yuliantini, Warman warga masyarakat Tembilahan menyebut sejauh ini berbagai perencanaan yang dimuat dalam RPJMD memang harus diakui cukup menjanjikan. Di mana berbagai sektor telah memiliki target dengan indikator yang terukur.
Satu tahun pemerintahan H herman-Yulianti, menurut Warman, masih sangat lemah dalam implementasi kebijakannya. Contoh sederhana misalnya, baru-baru viral berita kerusakan parah akses jalan antar kecamatan
“Namun dalam praktiknya, penanganan kerusakan jalan tersebut terkesan dibiarkan atau setidak-tidaknya berjalan sangat lamban. Di mana seakan-akan tanggung jawab perbaikan jalan tersebut diserahkan kepada pihak kecamatan bahkan pemerintah desa,” bebernya.
Sementara di sisi lain jika melihat salah satu misi H Herman- Yuliantini di dalam RPJMD, imbuh Warman, jelas bahwa meningkatkan kualitas layanan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah menjadi salah satu misi prioritasnya. Dengan kata lain menjadi salah satu fokus utama pemerintahan H Herman-Yuliantini.
Meski begitu Warman menggarisbawahi bahwa penilaian ini baru sebatas dalam kurun waktu satu tahun jalannya pemerintahan H Herman-Yuliantini. Karena itu masih ada waktu untuk mewujudkan “Inhil Hebat” hingga 2030, sebagai tahun terakhir kepemimpinan keduanya.
Dilain waktu Pujianto mengatakan, kepemimpinan H Herman- Yuliantini selama setahun ini belum seluruhnya maksimal, lantaran masih tahap persiapan. Dia meminta Pemkab Indragiri Hilir harus memilki progres dengan capaian target.
Program-program ekonomi kerakyatan kata Warman, harus direalisasikan segera. Seperti, pembangunan infrastruktur, bantuan UMKM, dan lainnya.
“Kami seratus persen mendukung program pemerintah. Tidak ada upaya menghambat,” kata Warman
Warman menyebut kepemimpinan H Hermasn- Yuliantini yang baru berusia setahun ini dinilai sangat baik. Terutama dalam janji politiknya saat masa kampanye, pengembangan infrastruktur,konektivitas jalan yang menghubungkan tiap kecamatan.
“Jadi itu bukti pemerintah berusaha menepati janjinya. Adapun kekurangannya saya rasa penataan birokrasinya supaya bisa gerak cepat,” kata Warman yang mengaku tokoh masyarakat itu. Saraya mengharapkan di 2026 ini akan ada banyak lagi program yang bisa terealisasi. (Red)



BERITA TERHANGAT
“Kabar Duka dari Garis Depan: Anggota TRC BPBD Inhil Jamari Terkena Serangan Jantung, Mohon Doa Seluruh Warga Inhil”
Satu Persatu Janji Politik H Herman-Yuliantini Di Realisasikan
Masyarakat Inhil Puas Dengan 1 Tahun Kinerja H Herman-Yuliantini