
TEMBILAHAN (detikriau.org) – “Dari pada kecelakaan, mending kami tanami pohon keladi,” begitulah yang diucapkan Zulhelmi, salah seorang warga Jalan Batang Tuaka RT 02 RW 02 Tembilahan kota, Senin (01/12/2014).
Pohon keladi itu dipasang ke badan jalan sebagai ungkapan kekecewaan warga akan banyaknya kerusakan dibadan jalan yang dikhawatirkan akan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Padahal pengerjaan pengaspalan jalan batang tuaka baru selesai dikerjakan pada akhir tahun anggaran 2013 yang lalu.
“Paling tidak ini juga akan dapat menjadi tanda bagi pengguna jalan agar tidak terperosok ke dalam lubang,” Ujar Zulhemi
Pantauan dilokasi, dari sekian banyak lobang dibadan jalan itu hanya 4 lobang yang diberitanda pengaman oleh warga dengan material penanda seadanya, seperti kursi rusak, pot bunga dan tanaman.
“Sebelumnya disini sering kecalakaan akibat lobang di jalan, apalagi saat ini musim hujan, lobang-lobang itu tergenang air dan tidak tampak, anak-anak sekolah juga sering jatuh, kan kasian mereka,” kata Zul lagi.
Ia mengharapkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas terkait untuk memperhatikan kerusakan badan jalan. “Kami minta kepada pemerintah jangan hanya menebalkan aspal ditempat lain, rusak parah ini seharusnya didahulukan,” harapnya.(mirwan)



BERITA TERHANGAT
Bupati Herman Kukuhkan Paskibraka Inhil 2026, Tekankan Kekompakan dan Kesiapan
Bhabinkamtibmas Desa Belaras Koordinasi Pendataan Lahan Jagung Dukung Swasembada Ketahanan Pangan
Diki Nofriadi: Amanah Ini Berat, PKDP Harus Jadi Rumah untuk Semua di Bumi Inhil